Jangan Hanya Andalkan PKB dan BBNB

PEKANBARU-Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Riau dinilai lemah dalam menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dinas ini hanya mengandalkan PAD dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNB). Padahal, PAD dari sektor ini sudah dipastikan sejalan dengan keberadaan kendaraan di daerah.Anggota Komisi B DPRD Riau Rusdaryanto dan Bambang Triwahyono secara terpisah mengatakan, seharusnya Dispenda Riau menggali potensi pemasukan daerah di luar pajak kendaraan, seperti retribusi dari penggunaan air bawah tanah dan permukaan oleh perusahaan-perusahaan besar di Riau. Dinas yang menjadi pundi-pundi keuangan daerah ini juga diminta melakukan terobosan ke sektor pendapatan lain, termasuk menggerakkan BUMD.

“Kalau hanya mengandalkan pemasukan dari pajak kendaraan, siapa saja orangnya juga bisa, karena itu akan tetap ada tanpa usaha. Yang diperlukan itu adanya terobosan ke sektor lainnya,” kata Rusdaryanto, kemarin.

Disebutkannya, di Riau kini banyak bermunculan pabrik kelapa sawit (PKS) menggunakan air bawah tanah dan hal ini harus dibidik menjadi pemasukan daerah. Diyakini jika dinas itu lebih profesional dan lihai akan lebih banyak pendapatan daerah bisa diraih.

Bambang Tri Wahyono menilai PAD dari pajak kendaraan itu bukanlah prestasi membanggakan. Apa lagi jika pendapatan daerah mengandalkan dana bagi hasil dari pusat yang memang sudah jatahnya Riau mendapatkannya. Dispenda Riau turut didesak memburu para penunggak pajak seperti PT Torganda yang memiliki tagihan Rp10 miliar lebih, termasuk sejumlah perusahaan pulp and paper di Riau.

Ketua Komisi B DPRD Riau Ruspan Aman mengatakan, untuk meningkatan potensi pendapatan daerah ini, pihaknya dalam waktu dekat selepas reses akan memanggil Dispenda Riau guna mempertanyakan progres PAD Riau, termasuk terobosan pendapatan lainnya. Di kesempatan itu nantinya juga akan diklarifikasi mengenai retribusi yang dipungut oleh Badan Pengelola Masjid Agung An Nur Pekanbaru, yang sejauh ini belum pernah ada laporannya.(yon)

This entry was posted in Pekanbaru. Bookmark the permalink.