PEKANBARU – Menjelang akhir triwulan ketiga tahun ini, baru tiga kabupaten dari 11 kabupaten/kota di Riau yang mencairkan dana kegiatan block grant rehabilitasi gedung SD/MI. Dari dana dekonsentrasi untuk pengembangan SD/MI tersebut, Riau menerima sebesar Rp13 miliar.
Data dari Dinas Pendidikan Riau, ketiga kabupaten yang telah mencairkan dana itu adalah Kabupaten Pelalawan untuk 7 sekolah, Indragiri Hulu untuk 10 sekolah dan Kuantan Singingi untuk rehabilitasi 11 SD.
“Sampai sekarang baru tiga kabupaten yang mencairkan dana block grant. Dana langsung diserahkan kepada pihak sekolah dan sekolah nanti yang mengambil melalui Kantor Perbendaharaan Negara,” terang Kasubdin Pengembangan SD Kasmianto, Jumat (14/9), di ruang kerjanya.
Sementara delapan kabupaten/kota lainnya, masuk dalam tahap proses penelitian administrasi. Semua kabupaten sudah menyerahkan proposal tentang sekolah yang mereka usulkan.
Kasmianto mengatakan, waktu pengerjaan block grant sampai akhir tahun ini. “Block grant tak pakai waktu pencairan, yang jelas berakhir 31 Desember. Lagi pula untuk rehab itu tak sulit. Senin ini kita sudah mulai buka penawaran,” ujarnya.
Provinsi Riau tahun ini mengusulkan 77 sekolah penerima dana dekonsentrasi melalui kegiatan block grant. Semuannya digunakan untuk kegiatan rehabilitasi gedung sekolah. Tiap sekolah dapat bantuan 2 sampai 4 lokal untuk dilakukan rehab, baik berat maupun ringan. “Tiap lokal dialokasikan dana sebesar Rp50 juta, baik untuk rehab ringan maupun berat,” katanya.
Ketika ditanya prosedur sekolah mendapatkan block grant, Kasmianto menjelaskan, usulan diterima dari sekolah melalui kabupaten/kota dan dilanjutkan ke provinsi. Jika memenuhi syarat, maka usulan tersebut akan diteruskan ke pusat. “Kita akan menolak usulan sekolah bila dalam proposal tak sesuai dengan harga riil,” imbuhnya. ((vit))
Incoming search terms:
- prosedur mendapatkan dana block grant