Perdukunan dan Peramalan Merupakan Syirik Besar

Sosialisasi MUI dan DMI

TELUK KUANTAN-Praktek perdukunan dan peramalan yang saat ini masih dipercayai sebagian besar masyarakat Kuansing dalam berbagai kegiatan ritual, secara tegas disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuansing dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kuansing merupakan kegiatan syirik besar. Masyarakat yang masih mempercayai hal tersebut diminta segera meninggalkannya. Karena sangat tidak sesuai dengan syariat Islam.

Hal ini ditegaskan Ketua MUI Kabupaten Kuansing Sarpeli dan Ketua DMI Kuansing Apriyon Munaf didampingi Ahdanan Saleh Jumat (5/10) kemarin. Ia mencontohkan bahwa hingga saat ini masyarakat Kuansing masih mempercayai perdukunan dalam budaya dan tradisi pacu jalur. Kemenangan yang diraih sebuah jalur bukanlah karena peran dukun. Melainkan peran dan kerjasama seluruh anak pacuan serta kehendak yang maha kuasa.

Praktek perdukunan dan peramalan, kata Sarpeli merupakan salah satu materi yang terdapat dalam Fatwa MUI Kuansing yang telah di sosialisasikan dalam kunjungan Safari Ramadhan MUI dan DMI Kuansing ke 12 kecamatan. Hingga saat ini, MUI dan DMI telah mensosialisasikannya ke delapan kecamatan di Kuansing. Yakni Kecamatan Hulu Kuantan, Kuantan Mudik, Gunung Toar, Singingi, Singingi Hilir, Pangean, Logas Tanah Darat serta Kecamatan Inuman. Sementara kecamatan yang belum disosialisasikan yakni Kecamatan Kuantan Tengah, Benai, Kuantan Hilir dan Kecamatan Cerenti.(mad)

Incoming search terms:

  • peramalan dan perdukunan
  • perdukunan dan peramalan
This entry was posted in Kuansing. Bookmark the permalink.

Comments are closed.