Penerapan Desa Siaga Seratus Persen Butuh Waktu

JAKARTA-Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Rohul Wildan Asfan Hasibuan mengatakan penerapan desa siaga bisa seratus persen selesai dalam waktu singkat sulit bisa terwujud dalam waktu singkat. Hal ini akibat masih kurangnya tenaga bidan serta belum adanya sarana kesehatan di daerah- daerah.Hal ini disampaikan Kadiskes, Selasa (13/11), merespon pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Siti Fadilah Supari yang akan memberikan penghargaan Rp1 miliar bagi Bupati/Walikota di Indonesia yang bisa menjadikan daerahnya desa siaga 100 persen dengan cepat.

“Untuk penerapan desa siaga di Rohul dalam waktu singkat sesuai arahan Menkes RI tersebut, kita belum bisa lakukan. Sampai saat ini ada 21 desa yang belum ada tenaga medis bidan. Selain itu ada 43 desa pula belum memiliki sarana dan prasarana kesehatan. Apalagi waktu yang diterapkan singkat, sehingga dari pagu anggaran juga kita tidak ada untuk itu namun dalam waktu 3 tahun kedepan, menjadikan desa siaga di Rohul sesuai harapan Bupati Rohul baru bisa kita laksanakan dan akan tercapai,” ungkap Wildan, Rabu (14/11).

Namun begitu, walaupun belum bisa menerapkan desa siaga di Rohul, program pelayanan kesehatan masyarakat sudah dilaksanakan sejak 2006 lalu. Bahkan seperti halnya pelayanan kesehatan gratis di puskesmas, mengatasi masalah penyakit yang diderita masyarakat banyak tetap menjadi prioritas Pemkab Rohul.

“Peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terus kita lakukan karena Bupati Rohul sendiri memprioritaskan peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyatakat Rohul disampin peningkatan SDM melalui bidang pendidikan, memberantas kemiskinan serta perbaikan infrastruktur sarana jalan di Rohul,” terangnya.(fer)

Incoming search terms:

  • penerapan desa siaga
  • Desa Siaga
This entry was posted in Rohul. Bookmark the permalink.

Comments are closed.