PAREPARE-Pesawat Adam Air yang hilang sepuluh hari silam dalam penerbangan Surabaya-Manado kemungkinan besar memang jatuh ke laut. Hari Kamis (11/1) kemarin, berbagai serpihan dari pesawat Boeing 737-400 yang naas itu ditemukan di perairan Sulawesi Selatan. Namun keberadaan 102 penumpang dan kru pesawat tersebut masih belum diketahui. Serpihan pesawat Adam Air yang hilang pada 1 Januari lalu itu pertama kali ditemukan Bakrie, seorang nelayan di sekitar pantai Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Rabu (10/1) petang. Jaring ikan milik Bakrie, tersangkut serpihan logam. Setelah diteliti oleh Lanud Hasanuddin, Makassar, ternyata serpihan logam bernomor 65C25746-76 itu merupakan bagian sayap di ekor pesawat sebelah kanan milik Adam Air. Kepala Penerangan Koarmatim Tony Syaiful kemarin di Jakarta, mengungkapkan, penemuan serpihan pesawat itu makin menguatkan dugaan bahwa Adam Air jatuh ke laut bersama awak dan penumpangnya. “Dugaan sementara, pesawat jatuh ke laut, berdasarkan temuan logam di tiga titik dan serpihan badan pesawat yang ditemukan hari ini,” katanya. Bila memang jatuh ke laut, sepertinya cocok dengan kesaksian seorang nelayan bernama Baharuddin yang melihat pesawat melintas dan terbang rendah dengan kondisi oleng di perairan Mamuju, Sulawesi Barat. Saat itu pesawat melintas persis di atas perahunya sekitar pukul 14.00 WITA tanggal 1 Januari lalu. Cuaca ketika itu dalam kondisi mendung disertai angin kencang. Pesawat kemudian berbelok ke arah Pulau Mamuju. Tak berapa lama pesawat hilang karena tertutup awan gelap disusul suara gemuruh dan ledakan. Tentang kemungkinan pesawat jatuh di sebuah palung sekitar Pantai Mallawa, Tony Syaiful mengatakan, kemungkinan itu ada mengingat wilayah perairan di Selat Makassar memang ada beberapa palung dengan kedalaman 1.050 hingga 3.000 meter.10 Serpihsan
Sementara itu sejak penemuan pertama oleh nelayan Bakrie, sejumlah bagian dari badan pesawat kemarin susul-menyusul ditemukan dalam penyisiran yang dilakukan tim SAR dan warga masyarakat di sepanjang pantai. “Hasil pencarian oleh Tim SAR yang difokuskan di Pare-pare dan sekitarnya, ada sekitar 10 serpihan pesawat yang telah ditemukan,” kata Danlanud Hasanuddin Marsma Eddy Suyanto petang kemarin. Penemuan kedua sekitar pukul 09.30 di kawasan pantai Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulsel. Barang-barang yang ditemukan itu terdiri dari potongan bagian belakang jok kursi, bagian samping plafon, satu bagian atas plafon. Kemudian di pesisir pantai Kupa, masih di Kecamatan Mallusetasi, di situ ditemukan sebuah kursi pesawat, enam buah meja makan yang biasa terselip di kursi pesawat, dan sejumlah perban yang masih rapi terbungkus plastik, serta pecahan material berbahan fiber. Pagi kemarin harapan untuk segera menemukan para penumpang Adam Air sempat mencuat, menyusul ditemukannya sesosok mayat perempuan yang diperkirakan berusia 40 tahun di perairan Parepare. Namun setelah diidentifikasi, ternyata mayat itu bukan penumpang pesawat Adam Air. Jenazah yang mengenakan baju warna hijau dan celana panjang warna coklat itu sempat divisum di RS Andi Makasau, Parepare, Sulawesi Selatan, untuk kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk keperluan otopsi. Selain itu sebuah KTP atas nama Yahaman Sinaga, yang ditemukan nelayan bersamaan dengan penemuan sejumlah serpihan badan pesawat Adam Air, ternyata juga bukan milik penumpang Adam Air yang hilang sejak 1 Januari lalu. Bahkan pemilik KTP yang masa berlakunya sudah habis itu hingga saat ini masih sehat wal afiat dan sempat diwawancarai MetroTV, di mana ia juga mengaku heran mengapa KTP miliknya itu ada di perairan Parepare. Dalam penyisiran di laut, KRI Nala juga menemukan metal atau logam di perairan Majene. Namun apakah logam yang ditemukan itu merupakan badan pesawat hingga kini masih disisir. Begitu juga dengan upaya untuk menemukan badan pesawat sebagai pecahan yang paling dicari, sejauh ini belum ditemukan.
Berbagai Spekulasi Pasca-penemuan serpihan pesawat yang sangat banyak itu berbagai spekulasi juga langsung mencuat. Salah satunya kemungkinan pesawat meledak di udara seperti pernah dilontarkan pakar multi media Roy Suryo beberapa hari silam yang mengungkapkan analisanya berdasarkan temuan sinyal emergency locator transmitter (ELT) atau Elba dari pesawat Adam Air yang terdeteksi pada dua titik berbeda saat hilang. Tentang spekulasi itu Menteri Perhubungan Hatta Rajasa enggan untuk menanggapinya. “Saya tidak mau berspekulasi soal itu. Biar teman-teman dari KNKT menginvestigasi dulu,” kata Hatta Rajasa dalam jumpa pers di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta. Menurut Hatta, fokusnya kini adalah melakukan pencarian dan sesegera mungkin menemukan pesawat Adam Air itu. Untuk itulah, menurut Hatta, KRI Fatahillah dan USNS Mary Sears tetap menjadi kapal andalan untuk mencari bangkai pesawat dan korban Adam Air. Sementara Ketua KNKT Setio Rahardjo dalam kesempatan yang sama menyatakan, jika pesawat meledak di udara, pihaknya akan mundur menangani kasus Adam Air. “Saya belum berani mengatakan pesawat itu meledak di udara. Kalau seandainya memang betul meledak di udara, KNKT mundur,” kata Setio Rahardjo. Setio menjelaskan, pesawat yang meledak di udara terindikasi tindakan kriminal. Penanganan selanjutnya diserahkan ke polisi. “Itu kan kriminal, jadi begitu kita lihat adanya kriminal di pesawat ini kita mundur. Saya melaporkan pada pihak kepolisian selanjutnya KNKT membantu polisi. Kalau sekarang KNKT kan penyelidik utama,” ujar Setio. Mengenai spekulasi, Setio lebih condong mengatakan pesawat tersebut rontok. “Karena dia hilang tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda tanpa ada percakapan,” kata Setio. Menurut Setio, karena blak box Adam Air belum ditemukan, belum dapat ditarik kesimpulan penyebab kecelakaan pesawat tersebut. “Dari serpihan yang kemarin ditemukan atau yang sudah ditemukan kita tidak bisa membuat suatu analisa sama sekali,” katanya. Menurut Setio, jika black box itu ditemukan, KNKT bisa menganalisa kemungkinan penyebab kecelakaan secara maksimal. “Selama ini kita hanya meraba-raba. Kalau cuma meraba-raba nggak mungkin,” elak Setio. Setio menjelaskan, jika pesawat mendarat di laut secara normal tidak terjadi apa-apa. “Kalau mendaratnya secara menukik itu lain. Tapi kasus Adam Air ini tentunya KNKT belum dapat membuat suatu kesimpulan apa-apa,” tandas. (dtc,kcm,ant,tun)
Incoming search terms:
- pesawat adam air jatuh
- adam air jatuh di laut
- pesawat adam air yang jatuh
- adam air hilang
- pesawat adam air hilang
- pesawat adam air jatuh di majene
- jatuhnya pesawat adam air
- pesawat jatuh adam air
- pesawat adam air yang hilang
- adam air yang hilang