Terkait Matinya Sapi K2I
PANGKALAN KERINCI-Komisi B DPRD Pelalawan mendesak Dinas Peternakan (Disnak) Pelalawan melakukan pengawasan terhadap bantuan sapi K2I yang merupakan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Hal ini mengantisipasi permasalahan seperti mati dan diperjualbelikannya sapi tersebut yang dilakukan oknum kelompok tani.
Harapan ini disampaikan Jon Hendri Hasan, Sekretaris Komisi B DPRD Pelalawan kepada wartawan, Rabu (2/1) di Pangkalan Kerinci. Dikatakannya, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, sampai saat ini telah 38 ekor sapi bantuan K2I tersebut mati. “Angka ini tidak termasuk penjualan yang dilakukan oleh oknum anggota kelompok tani,” tutur Jon.
Atas kondisi ini, Jon yang juga Ketua DPC PPP Pelalawan ini mengharapkan Disnak Pelalawan dan jajaran agar setiap waktu melakukan kontrol keberadaan sapi tersebut. Disayangkannya, jika Disnak melakukan pengawasan terhadap kelompok tani, diyakininya tidak akan terjadi hal seperti ini.
“Yang jelas tidak ada alasan dan keluhan-keluhan para anggota kelompok tani yang menerima bantuan ternak sapi kekurangan pakan, sehingga menyebabkan matinya sapi tersebut. “Nah disini sudah jelas Disnak terlihat lepas tangan sehingga mengakibatkan para anggota kelompok tani mengeluhkan soal pakan dan persoalan perawatan,” jelasnya lagi.
Sebelumnya, 38 ekor sapi bantuan dari program K2I provinsi Riau yang dikelola oleh empat kelompok tani di Kecamatan Bunut mati. Salah satu penyebab matinya tujuh ekor sapi disebabkan kekurangan pakan.
Kepala Dinas Peternakan (Kadisnak) Kabupaten Pelalawan H.M. Zubir Umar mengatakan, sapi K2I yang mati tersebut akibat sakit dan kekurangan pakan. Namun tambah Zubir, walaupun telah mati sebanyak 38 ekor, sapi- sapi tersebut juga ada yang melahirkan sekitar 40 ekor. ***(feb)