Irigasi tak Lancar
TELUK KUANTAN-Sekitar 20 hektar areal persawahan di Desa Tanjung, Kecamatan Benai, terlantar. Pasalnya saluran irigasi dan saluran pembuangan air yang ada sudah tidak berfungsi lagi, sehingga menyebabkan sebagian areal persawahan menjadi tanah darat dan sebagian lagi mengalami pendalaman hingga tak bisa di garap.
Hal itu di ungkapkan staf Dinas Pertanian Kuansing Amris, Jumat (4/1) kemarin. Disebutkannya, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat soal kondisi itu beberapa waktu lalu. Atas informasi itu, dirinya diperintahkan Kadis Pertanian Tanaman Pangan Effendi Ahmad, melakukan peninjauan langsung ke lapangan di dampingi Sekdes Tanjung Suwandi Putra. “Hasilnya, dari 50 hektar potensi lahan yang tersedia, hanya 30 hektar yang bisa dimanfaatkan tiap tahun oleh petani. Sedang sisanya, sebanyak 20 hektar lagi sudah menjadi tanah darat dan sebagian menjadi danau. Hal itu di sebabkan, 2 pintu air yang berfungsi untuk mengatur keberadaan air tidak bisa di gunakan lagi karena di makan usia. Bahkan sebagian parit atau saluran sudah tertutup karena timbunan tanah dan sampah, apalagi keberadaan irigasi tidak permanen sehingga mudah rubuh,” jelas Amris.
Sekretaris Desa Tanjung Suwandi Putra, yang ditemui terpisah mengakui adanya peninjauan dari staf Distan Kuansing. “Memang baru saja saya mendampingi petugas Distan terkait keluhan masyarakat soal keberadaan pintu air dan irigasi yang tak berfungsi. Distan berjanji akan memperjuangkan kondisi ini untuk di perbaiki, namun belum bisa dipastikan kapan akan dilaksanakan,” ujarnya.
Sementara Kadis Tanaman Pangan Kuansing Effendi Ahmad, menyebutkan pihaknya akan berupaya memperjuangkan untuk mempertahankan ketahanan pangan. “Kalau ada areal yang potensial, tapi tak bisa di garap karena kendala teknis itu akan kita upayakan. Hal ini lebih baik dari pada membuka areal sawah baru. Kita akan berupaya melaporkan dan melakukan lobi kepada pemerintah pusat dan Pemrov Riau guna mengatasi hal itu,” ujarnya.(evi)