Pertamina Diminta Distribusikan Kompor Gas

Optimalkan Program Konversi MT

RENGAT-Pemkab Inhu minta Pertamina segera mendistribusikan bantuan kompor gas gratis kepada masyarakat miskin di kabupaten Inhu sebagai upaya mengoptimalkan program konversi penggunaan bahan bakar minyak tanah (MT) ke kompor gas.

Demikian dikatakan Asisten II Setdakab bidang Ekonomi dan Pembangan (Ekbang) Pemkab Inhu H.R. Zulkarnain kepada Riau Mandiri ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (4/1).

Menurutnya, Pemkab Inhu sangat mendukung program pemerintah terkait upaya menanggulangi kelangkaan minyak tanah dengan cara konversi bahan bakar minyak tanah ke kompor gas. Apabila dibandingkan dengan minyak tanah, pengunaan gas elpiji untuk kebutuhan rumah tangga dan hidup sehari-hari oleh masyarakat jauh lebih ekonomis, murah, irit. Bahkan, selisih biaya yang dibutuhkan antara penggunaan minyak tanah dengan kompor gas bisa mencapai sekitar 50 persen, artinya jika biaya yang dibutuhkan untuk minyak tanah sebesar Rp50/bulan tapi jika menggunakan gas elpiji hanya sekitar Rp25 ribu/bulan. Di sisi lain, pengunaan gas elpiji lebih bersih, aman dan praktis, kemudian waktu yang dibutuhkan untuk memasak lebih singkat.

Belum Terealisasi Namun, sampai saat ini program tersebut belum terealisasikan dengan baik, khususnya di Kabupaten Inhu. Hal itu karena belum disalurkannya bantuan kompor gas kemasan 3 kg oleh Pertamina untuk masyarakat miskin sebagai ganti minyak tanah. Jika kompor bersama tabung gasnya belum disalurkan, lanjutnya, tentu program konversi itu tidak bisa dilaksanakan sesuai keinginan pemerintah untuk membantu meringankan beban hidup masyarakat miskin dan kurang mampu.

Sementara itu, Pemkab Inhu sendiri melalui pihak kecamatan dan instansi terkait jauh sebelumnya telah melaksanakan sosialisasi atau penyuluhan terhadap seluruh lapisan masyarakat Inhu tentang program pengalihan fungsi minyak tanah ke gas elpiji. Bahkan sebagian besar masyarakat telah paham dan mengerti bagaimana cara menggunakan gas elpiji yang baik dan benar serta aman. Sebab, selama ini masyarakat menganggap penggunaan gas elpiji berbahaya namun setelah dilakukan penyuluhan resiko penggunaan gas elpiji jauh lebih kecil dibandingkan penggunaan minyak tanah sebagai bahan bakar. “Sebab itu, Pemkab Inhu minta Pertamina segera menyalurkan bantuan gas elpiji secepatnya di Kabupaten Inhu agar program konversi minyak tanah ke gas elpiji tersebut bisa direalisasikan secepatnya,” jelasnya.***(rez)

This entry was posted in Indragiri Hulu. Bookmark the permalink.

Comments are closed.