PERAWANG-Kurang maksimalnya kinerja Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Peternakan (Disnak) melakukan pengawasan dan pembinaan kepada petani yang memperoleh bantuan sapi K2I. Petani penerima sapi K2I program Pemprov Riau tersebut di Desa Tualang dan Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang berbagai alasan menjual sapi tersebut sebanyak 40 ekor.Kepada Riau Mandiri, Senin (7/1), Kabag Kesra Setdakab Siak Mahyudin Uyub menyebutkan bahwa tidak seluruhnya sapi yang dilaporkan mati tersebut memang mati. Karena ada sebagian warga yang memperoleh bantuan sapi ini menjualnya.
“Maksud pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani memang cukup baik. Namun sayangnya, masih banyak petani yang tidak peduli dengan maksud yang diinginkan. Sehingga bantuan yang diberikan untuk dapat dikembangkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraanpun dijual untuk memenuhi kebutuhan sesaat para petani,” ujarnya.
Berkenaan dengan penjualan dan matinya sapi K2I ini, Mahyuddin menyebutkan bahwa tugasnya hanya mendatangkan sapi. Sedangkan untuk pemeliharaan setelah program ini sampai di tangan petani adalah bagian PPL Disnak yang semestinya melakukan pegecekan terhadap kondisi sapi yang sekarang berada dalam pembinaan petani masng-masing.
Mahyuddin menambahkan, selain itu, sapi yang telah diperbantukan kepada petani, juga telah menjadi hak petani. Namun sebenarnya maksud kita agar petani benar-benar memliharanya untukmeningkatkan kesejahteraan mereka secara kontinu dan panjang waktunya.
“Sapi yang diperbantukan memang telah menjadi wewenang petani untuk diapakan. Walau kita tetap berharap agar mereka memeliharanya sehingga berkembang biak secara baik,” jelasnya.
Seiring pula dengan laporan beberapa warga yang dimintai keterangannya di Desa Tualang dan Pinang sebatang Timur Tualang wartawan Senin (7/1) kemarin. “Tidak seluruhnya pemberitaan sapi K2i yang mati itu benar, karena ada sebagian petani yang menjualnya,” ujar seorang sumber yang tidak ingin disebut namanya.
Disnak Riau
Sedangkan Kadisnak Siak Sugiman yang dimintai keterangan tentang tugas PPL di lapangan menyebutkan, bahwa dinasnya tidak tersangkut paut dengan proyek sapi K2I yang merupakan program pemerintah pusat dan propinsi tersebut. “Berkenaan dengan sapi K2I yang di Tualang kita tidak tahu. Yang lebih telat jawab hal ini adalah Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi,” kilahnya.
Namun kalau program sapi K2I yang di Bunga Raya, ia menyebutkan bahwa 100 ekor sapi tahan I telah menjadi 170 ekor karena 70 ekor diantaranya telah beranak. Sedangkan yang tahap II tahun 2007, baru ada yang akan melahirkan, karena masing bunting, terusnya.(cr02)