PANGKALAN KERINCI-Guna mempercepat kemajuan lima desa yang termasuk kedalam daerah tertinggal di Kecamatan Langgam, diperlukan biaya sebesar kurang lebih Rp12.645.092.306 guna mendukung pelaksanaan program.Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Korwil III TKPKDT H. Tengku Kashar Haroen kepada wartawan, Minggu (20/1). Dikatakan Kashar bahwa dana tersebut akan digunakan dalam membangun infrastruktur perhubungan, membiayai keperluan dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat, infrastruktur air minum, kelistrikan dan aparatur.
Dijelaskan Kashar bahwa bidang infrastruktur memerlukan biaya sebesar Rp6.471.200.000, bidang pendidikan sebesar Rp1.128.019.762, bidang kesehatan sebesar Rp749.312.544, bidang ekonomi rakyat (Ekora) sebesar Rp1.376.560.000, bidang infrastruktur air minum sebesar Rp2.140.000.000, bidang kelistrikan sebesar Rp750.000.000 dan bidang aparatur sebesar Rp30.000.000.
Kashar mengatakan, Tim Korwil III yang meliputi wilayah Langgam dibentuk berdasarkan SK Bupati Pelalawan No: Kpts.050/Bappeda/2007/971 tanggal 8 Oktober 2007. Adapun kelima desa yang merupakan daerah tertinggal diwilayah ini dikatakannya adalah Desa Tambak, Segati, Penarikan, Pangkalan Gondai dan Desa Sotol.
“Berdasarkan hasil survei dilapangan yang telah kami laksanakan guna mengetahui situasi dan kondisi dikelima desa tersebut secara umum, telah dapat digambarkan hal-hal yang menjadi faktor utama kemiskinan dan ketertinggalan desa-desa di Kecamatan Langgam. Berdasarkan keadaan dan permasalahan yang dapat diidentifikasi, maka tim telah pula memformulasikan program pembangunan prioritas dimasing-masing desa,” jelasnya.
Akses Jalan
Disinggung mengenai penyebab ketertinggalan sejumlah desa di Langgam, dikatakan Kashar adalah akibat keterbatasan akses jalan dari dan menuju desa. Akibat keterbatasan akses itu, dikatakannya telah menyebabkan kurang lancarnya arus barang dan orang.
“Pada akhirnya hambatan tersebut mengakibatkan ekonomi masyarakat menjadi sulit berkembang, menghambat masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai dan pendidikan, terutama pendidikan tinggi dan menengah menjadi sesuatu yang sulit dijangkau oleh masyarakat,” lanjutnya.
Selain itu sarana dan prasarana pemukiman dikatakannya juga kurang memadai seperti keterbatasan sumber daya listrik, keterbatasan sarana air bersih. Sehingga keadaan tersebut telah menyebabkan lingkungan pemukiman masih berada dibawah standar yang layak. ***(mad)