Kawanan Gajah Rusak Pertanian Warga

DURI-Kawanan gajah liar kembali mengancam pemukiman warga Desa Balai Makam, Kecamatan Mandau. Pada Senin siang (11/2) sekitar pukul 12.30 WIB, hewan bertelinga lebar itu memasuki perumahan Triptara Tahap II di Jalan Pipa Air Bersih. Setakad ini kerusakan yang ditimbulkan tak kurang dari 3 kilometer lahan pertanian milik warga luluh lantak.Kondisi ini membuat warga khawatir dan terus berjaga-jaga terhadap serangan kawanan gajah yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Kades Balai Makam Agushar mengaku risau dengan kondisi ini. Berbagai cara sudah ditempuh warga untuk mengusir kawanan gajah itu. Bukannya menjauh, malah makin mendekati pemukiman warga.

“Tiga hari belakangan kami terpaksa tak tidur. Terus berjaga agar kawanan gajah tak masuk pemukiman,” ungkap Kades Senin siang. Menurut Agushar, amukan gajah yang terjadi di wilayahnya kali ini cukup luar biasa. Sekitar 3 kilometer lahan pertanian warga yang berada di alur lintasan kawanan gajah tersebut, Jalan Wono Sari dan Karang Rejo porak-poranda. Kondisi ini membuat warga risau karena rata-rata pencarian warga bergantung kepada budidaya pertanian. “Semua tanaman habis dimamah. Tak pandang bulu, tanaman palawija ataupun sawit. Pokoknya tanaman apa saja dimakan, apakah itu ubi, pisang, jagung, sawit maupun tanaman lainnya,” jelas Agushar lagi.

Kondisi lahan yang sudah porak-poranda ini membuat pihaknya terpaksa mengurut dada. Beberapa orang petani yang dirugikan berkeluh kesah dengan situasi ini. Untuk itu pihaknya meminta agar ketua-ketua RT yang berada di daerah yang dimasuki kawanan gajah bisa mendata kerusakan yang terjadi.

“Mulai hari ini kami meminta ketua RT dan kelompok-kelompok tani mendata semua kerugian yang disebabkan amukan gajah. Sampai saat ini belum diketahui pasti berapa kerugian. Tapi yang jelas sekitar 3 kilometer lahan pertanian sudah luluh lantak,” ungkapnya.

Agushar juga mengemukakan, dari pantauan lapangan dengan berbagai komponen masyarakat, kawanan gajah tersebut diperkirakan berjumlah 45 ekor. Kondisi ini jelas tidak biasa diatasi warga tanpa adanya keterlibatan dinas/intansi terkait. Untuk itu pihaknya berharap ada perhatian serius dari instansi/dinas terkait agar kerusahan lahan warga tidak diperparah lagi. “Dari komunikasi via HP dengan masyarakat yang berada di lokasi terdekat, ada sekitar 45 kawanan gajah yang terus berada dalam satu kelompok,” ungkapnya.

Warga Berjaga
Mengantisipasi amukan gajah yang makin mendekati kawasan pemukiman warga, Ahad malam (10/2) hingga Senin dinihari kemarin warga yang berada di Jalan Karang Rejo Km 3,5 Kulim terus berjaga. Puluhan ban bekas di beberapa titik dibakar untuk menghalau kawanan gajah tersebut. Kaum ibu, anak-anak yang resah dengan kondisi ini berkumpul di luar rumah, bergabung dengan kaum Bapak yang terus melakukan penjagaan.

Api unggun dan kepulan asap tebal akibat pembakaran ban bekas ternyata idak banyak membantu. Kawanan gajah seperti tak peduli dan terus memamah tanaman palawija dan tanaman lain yang berada di sekitarnya. Sorotan lampu senter dan lampu kendaraan yang menerangi kawanan gajah ini juga tak dipedulikan. Mereka seperti tak peduli dan terus memakan tanaman pisang, ubi dan sawit. “Kondisi seperti ini membuat kami takut. Mendingan berada di rumah daripada tidur tak tenang di dalam ,” ujar Ny Tati.

Di sisi lain, Kasi trantib Mandau H. Amiruddin yang ikut begadang dengan warga mengaku tak bisa berbuat banyak menghadapi situasi ini. “Yang bisa kami lakukan hanya berjaga dan melakukan pengusiran,” ungkapnya. sus (sus)

This entry was posted in Duri - Dumai. Bookmark the permalink.

Comments are closed.