Kabut Asap Selimuti Duri

DURI-Dalam tiga hari belakangan ini, kabut asap mulai menyelimuti Kota Duri dan sekitarnya. Kabut asap disertai sisa-sisa pembakaran mulai menyesakkan pernafasan dan memerihkan penglihatan warga. Kabut asap ini diduga akibat kebakaran lahan gambut yang terjadi di Kecamatan Mandau, Bukit Batu, Dumai dan Rokan Hilir dalam sepekan terakhir ini. Menanggapi kabut asap yang makin memenuhi udara Kota Duri dan sekitarnya, Kepala Bapedalda Bengkalis H. Nursyidin Z ketika dihubungi via seluler, Jumat (15/2), menjelaskan, musibah kabut asap tersebut sudah mendapat atensi dari Bupati Bengkalis. Dalam rapat yang digelar dengan Bupati Bengkalis, diputuskan untuk menurunkan tim pemadam kebakaran reaksi cepat ke daerah yang menjadi sumber titik api (hot spot). “Hari ini kita turun ke lokasi hot spot di Bukit Batu. Satu tim regu pemadam kebakaran dan 2 unit mobil diturunkan untuk menjinakkan api di lahan yang terlantar,” ungkapnya.Menurut Nursidin, dari pemantauan yang dilakukan pihak Bapedalda, ditemukan 2 hot spot di Kecamatan Bukit Batu yang berbatasan dengan Kecamatan Mandau. Hot spot yang berada di lahan terlantar tersebut diduga akibar musim kemarau yang panjang. “Pantauan kita ada 2 hot spot di Bukit Batu. Ini kemungkinan yang menimbulkan musibah kabut asap ke daerah lain yang berdekatan dengan titik api tersebut,” ungkapnya. Lebih lanjut Kepala Bapedalda mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Bengkalis untuk tidak membakar ketika membuka lahan. Sebab masalah kebakaran lahan ini menjadi sorotan nasional dan internasional. Jika ada kawasan lahan di daerah ini yang terbakar mengakibatkan kabut asap, negara-negara tetangga akan protes kepada pemerintah Indonesia. Selain itu, membakar lahan merupakan tindakan melanggar hukum. Bagi masyarakat yang kedapatan membakar lahan, akan dijebloskan dalam penjara. “Kita harapkan jangan sekali-sekali membuka lahan dengan cara membakar. Apalagi pada musim kemarau seperti saat ini,” ungkap Nursyidin.

“Jangan bakar lahan sembarangan kalau tak mau berhadapan dengan hukum. Ingar peraturan pembakaran lahan itu sudah ada dan sudah diberlakukan,” ingat Nursidin. “Masyarakat diimbau proaktif. Jika melihat titik api laporkan segera ke kepala desa/lurah. Jika laporan cepat penanganan juga akan cepat. Apalagi di tiap kecamatan sudah dibentuk tim pemadam kebakaran lengkap dengan sarana dan prasarana,”jelasnya lagi.

Di Sepahat
Di Desa Sepahat, Kecamatan Bukit Batu sekitar 50 hektar lahan perkebunan terbakar sejak Kamis (14/2). Saat ini tim pemadam kebakaran (Redgam) perusahaan dan Pemkab Bengkalis bekerja keras memadamkan api. “Berdasarkan laporan yang saya terima, kebakaran terjadi di lahan perkebunan milik warga dan lahan program K2I. Kemarin (Kamis,red) luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 50 hektar. Sekarang upaya pemadaman terus dilakukan,” ungkap Camat Bukit Batu Basuki Rahman ketika dihubungi, Jumat (15/2).

Lahan program K2I yang terbakar, menurut camat belum ditanami. Sedangkan lahan sawit K2I yang sudah ditanam sejauh ini belum tersentuh api, karena angin bertiup tidak mengarah ke lahan sawit program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau itu. “Sampai saat ini lahan sawit K2I tidak tersentuh api. Karena angin bertiup tidak mengarah ke lahan itu,” ujarnya. Untuk mencegah menjalarnya api ke lokasi yang lebih luas, pihak kecamatan sudah berkoordinasi dengan perusahaan PT Arara Abadi. Langkah yang dilakukan selain pemadaman, juga mengisolasi api agar tidak meluas ke lahan terdekat.

Memang saat ini api yang melahap lahan tersebut tidak terlihat berkobar, mengingat lahan di kawasan itu merupakan daerah gambut. Kondisi ini menyebabkan petugas sedikit kesulitan menjinakkan api yang menjalar di bawah tanah. Terkadang kata Camat Bukit Batu, dari permukaan tanah api sudah berhasil dijinakkan, rupanya di bawah masih merambat. “Makanya petugas harus ekstra kerja keras memadamkan api sampai benar-benar padam,” tandasnya. Disinggung apa penyebab kebakaran lahan, mantan Sekcam Bukit Batu ini mengaku belum mengetahui persis. Karena petugas di lapangan masih melakukan upaya pemadaman kebakaran. Nantinya begitu api sudah dijinakkan, akan ditelusuri penyebab kebakaran itu, ujarnya. Selain 2 titik api yang terpantau di Kecamatan Bukit Batu, titik api juga terlihat di Simpang Lima, Desa Petani, Kecamatan Mandau. Di daerah ini sekitar 3 hektar lahan musnah terbakar. Kepulan asap masih terlihat di bekas lahan yang terbakar. Kebakaran lahan juga terjadi di sekitar daerah Rangau. Kendati skalanya masih kecil, namun pembakaran yang dilakukan petani di beberapa titik tersebut menjadi penyumbang kabut asap yang memenuhi kota Duri dan sekitarnya. (sus,adi)

This entry was posted in Duri - Dumai. Bookmark the permalink.

Comments are closed.