DURI-Pipa air panas milik PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di Jalan Rangau Km 14 Simpang Heli, Desa Petani, Kecamatan Mandau, Senin pagi (25/2) sekitar pukul 10.00 WIB, meledak. Semburan air panas setinggi 25 meter membuat warga berlarian ke dalam rumah. Air panas disertai bau menyengat tumpah ke badan jalan dan mengenangi rumah warga. Beberapa saat kawasan setempat dibanjiri air panas bersuhu antara 70 – 80 0 celcius. Semburan air panas yang mengenai kawasan radius 50 meter dari TKP, membuat tanaman dan ikan-ikan mati, termasuk ikan yang berada di kolam milik warga.Tiga jam setelah semburan, kondisi air di kolam milik warga masih mengepulkan uap panas. Saksi mata yang melihat kejadian tersebut, Anggi (20) menuturkan, pada saat kejadian dia ditemani Tari (3) anak kakaknya sedang duduk di depan kios ponsel yang berseberangan dengan pipa air panas PT CPI. Tiba-tiba dari pipa terlihat keluar abu disertai pasir. Pipa langsung meledak dan menyemburkan air panas hingga melewati kabel power line milik PT CPI. “Semburannya melewati kabel listrik. Air langsung tumpah dan mengenangi halaman. Saya panik dan menyelamatkan diri lari ke dalam rumah,” ujar Anggi yang mengaku trauma dengan kejadian yang dialaminya.
Menurut Anggi, semburan air yang disertai tumpahnya air ke halaman rumah seperti air bah. Dia yang tengah hamil muda, panik menyelamatkan anak kakaknya yang ketika itu sedang duduk bersama di depan kedai. “Dia (Tari-red) langsung saya tarik. Tempiasan airnya saya rasakan. Panas sekali,” ujarnya seraya menunjukkan bagian samping wajahnya, Tidak hanya Anggi yang merasakan kalut dengan situasi itu.
Beberapa warga yang berada di sekitar TKP juga berlarian ke dalam rumah. Untung security PT ABB turun tangan. Jalan dua arah yang menuju TKP segera diblokir sementara waktu. “15 security PT ABB turun mengamankan jalan dari dua arah. Ada sekitar 15 menit jalan di-stop sampai semburan reda dan air tak mengalir lagi,” ungkap security ABB Syafril yang ditemui di TKP.
Semburan air panas sekitar 15 menit tersebut mendapat penanganan serius dari pihak PT CPI. Aliran air langsung dimatikan. Beberapa saat setelah itu, alat berat dan pekerja pun diturunkan ke lapangan. Lokasi semburan dan pipa yang bocor segera diamankan dan diberi police line menunggu perbaikan. Babinkamtibmas Desa Petani Aiptu Jenial Yandra yang ditemui di TKP menjelaskan, dari pembicaraan dengan pihak PT CPI diketahui bahwa air panas disertai bau menyengat tersebut bersuhu 70–80 0 celcius dengan tekanan 200 PSI.
Semburan air yang mengenangi radius 50 meter tersebut membawa kerugian bagi sekitar 4 KK terdekat. Rosmiati (45) dan Cici (24) mengaku mengalami kerugian materi. Dua kolam yang berada di samping rumah cici dipenuhi air panas hingga ikannya mati mengapung. Air sumurnya juga tak bisa dimanfaatkan, karena sudah bercampur dengan air panas yang disertai bau menyengat. “Kolam ini merupakan gantungan hidup kami. Itu pula yang habis,”ungkap Cici yang tinggal di rumah berdinding papan. Pihaknya berharap ada perhatian serius dari pihak PT CPI.
Segera Diperbaiki
Manager, Communications & Media Relations Policy, Government & Public Affairs (PGPA) Hanafi Kadir ketika dikonfirmasi mengakui telah terjadi kebocoran pada pipa air (bukan minyak) di Km 15 Jalan Rangau, tepatnya dekat Stasiun Pengumpul Pematang. Menurut Hanafi, pipa tersebut mengalirkan air dari formasi Pematang untuk pasokan air di DSF sebagai pembangkit uap (steam generating).
“Segera setelah diketahui, aliran air segera dimatikan (shut down). Air yang tumpah disedot dan kebocoran segara diperbaiki. Diharapkan malam ini pekerjaan perbaikan pipa dapat dituntaskan,” tegasnya. Dijelaskannya, pipa tersebut membentang di sepanjang koridor selebar 30 meter yang sudah dibebaskan, guna mengantisipasi kebocoran seperti yang terjadi pagi itu dan menghindari dampak negatif terhadap masyarakat.
Penyebab kerusakan masih dalam penyelidikan, termasuk dampak yang mungkin dapat merugikan masyarakat. “CPI akan bertanggung jawab jika kelak ditemukan kerugian masyarakat yang terbukti diakibatkan oleh insiden ini,” tegas Hanafi. (sus)