Terkait Info Susu dan Makanan Bayi Bercampur Bakteri
PEKANBARU- Adanya sejumlah susu formula dan makanan bayi yang bercampur dengan bakteri sebagaimana hasil penilitian mahasiswa IPB harus ditindaklanjuti pihak BPOM Pekanbaru. Jika memang benar, BPOM harus memberikan merk dan jenis susu/makan dan jika tidak benar perlu diklarifikasi. “Memang ada juga warga yang menanyakan tentang hal ini kepada saya, namun belum bisa saya jawab karena belum ada informasi resmi apa jenis dan merek susu formula dan makanan bayi yang dinilai tercemar bakteri. Untuk itu lah kita minta BPOM dan pihak terkait berikan penjelasan,” ujar ketua Komisi II DPRD Pekanbaru, Syafri Effendi menanggapi masalah ini, Selasa (26/2) kemarin.
Jika masalah ini tidak jelas, masyakarat yang memiliki bayi akan khawatir sepanjang hari dan beranggapan macam-macam sesuai persepsinya sendiri. Dikhawatirkan juga akan berakibat terhadap upaya peningkatan asupan gizi bagi bayi atau anak-anak mereka. “Kalau memang ada dan benar penelitian itu kenapa harus didiamkan,” ujar politisi Golkar ini. Sejauh belum ada keterangan dari pemerintah melalui instansi terkait secara resmi, Syafri mengaku tidak bisa menuduh dan mereka-reka jenis dan merek atau produk tertentu. Diharapkan, tidak adanya respon dari pemerintah, bukan karena sengaja didiamkan, tapi menunggu proses pembuktian atas informasi itu.
Selain itu, Syafri yang juga anggota dewan komit dengan upaya peningkatan gizi masyarakat ini mengaharap, munculnya informasi itu bukan karena dilatarbelakangi persaingan bisnis atau merek dagang. “Kalau ini terjadi, masyarakat yang tidak tahu menahu dengan trik-trik ini akan dirugikan. Mudah-mudahan tidak demikian,” ujarnya. Sementara itu, Darna (39) warga berdomisili di Kelurahan Labuh Baru Barat, Tampan saat ditanya disela-sela belanja di salah satu super market mengaku was-was atas informasi adanya susu formula dan makanan bayi yang bercampur bakteri ini.
“Selama ini saya sudah biasa membeli satu merek susu plus 1 tahun untuk anak saya, karena ada informasi itu, saya khawatir kalau yang dikondumsi anak saya itu yang dimaksud. Pemerintah hendaknya berikan penjelasan benar tidaknya hal ini,” ujar ibu dua anak itu baru-baru ini.(lah)