Rp25 Juta, Motor dan Perhiasan Ludes
DURI-Sugito dan keluarganya dirampok, Minggu dinihari (2/3) sekitar pukul 03.00 WIB. Uang tunai senilai Rp25 juta, satu unit sepeda motor dan perhiasan emas milik petani sawit di Kecamatan Pinggir itu ludes. Kawanan perampok yang berjumlah 7 orang itu tidak hanya membawa kabur harta korban, tapi juga melukai tiga penghuni rumah dan satu orang tetangga yang bermaksud menggagalkan aksi tersebut.
Informasi yang dirangkum Riau Mandiri, perampokan dengan aksi kekerasan tersebut menimpa keluarga yang tinggal di tengah-tengah perkebunan sawit, tepatnya di Barak Napitupulu RT 03 RW 07 Dusun Suka Maju, Kecamatan Pinggir. Lokasi barak yang berada sekitar 10 kilometer dari jalan besar, membuat kawasan tersebut terpisah dari areal pemukiman warga. Di sekitar perkebunan itu hanya ada tiga buah rumah yang dihuni para petani sawit. Selebihnya hamparan sawit hingga daerah tersebut terasing dari pemukiman warga.
Sepinya lokasi ternyata sudah terpantau oleh kawanan rampok yang berjumlah 7 orang. itu. Saat penghuni barak tengah tidur lelap, kawanan perampok beraksi. Menggunakan papan panjang yang diambil dari sumur milik korban, kawanan rampok mendobrak pintu depan. Hanya sekali dobrak, pintu kayu rumah Sugito (39) langsung jebol. Tiga orang kawanan perampok merengsek masuk, sementara 4 lainnya berjaga-jaga di luar rumah. Sugito bersama istrinya Yusmawati alias Yus (35) dan putrinya Yus Sugia Fitri (12) kaget bukan kepalang. Namun kawanan rampok tak peduli.
Rumah beserta isinya diobrak abrik. Tak puas dengan apa yang sudah dijarah, kawanan perampok beralih kepada penghuni rumah. Barang-barang berharga milik korban dipreteli. Perhiasan emas seperti kalung, cincin, dan gelang milik korban langsung berpindah tangan. Itu masih belum cukup, kawanan perampok menanyakan sejumlah uang tunai milik korban.
Sugito yang ditanyai tempat penyimpanan uang tunai langsung mendapat tindak kekerasan. Kepala korban dipukul dengan bloti hingga korban tak sadarkan diri. Tak puas dengan aksi itu, kawanan perampok juga menyiksa Yus (35) istri korban yang sudah ketakutan. Korban Yus juga mendapat hantaman bloti hingga mengalami luka robek di bagian kepala. Anak korban, Fitri yang menyaksikan kejadian tersebut juga mendapat siksaan. Fitri mengalami luka di bagian tangan akibat hantaman senjata tajam rampok.
Keributan yang terjadi di rumah keluarga Sugito ternyata terdengar oleh Adi (25) tetangga korban yang juga merupakan petani sawit di Barak Napitupulu. Adi yang mendengar suara ribut-ribut tersebut keluar dari pintu belakang dan mengambil dodos sawit untuk berjaga-jaga. Saat keluar dari pintu belakang, korban sudah dihadang 4 kawanan rampok yang memang dipersiapkan untuk berjaga-jaga. Korban Adi langsung ditangkap. Kepalanya dipukul dengan bloti hingga korban tak sadarkan diri.
Merasa semua korban sudah dilumpuhkan, kawanan rampok dengan leluasa menjarah barang berharga milik korban. Uang tunai Rp25 juta yang merupakan target utama kawanan berhasil digondol. Begitu juga 1 unit kendaraan bermotor jenis Honda Kharisma BM 6829 DA dengan Nomor mesin jb21e-1518602 dan nomor rangka mh1jb211x4k522799 dan perhiasan emas milik korban. Selanjutnya kawanan perampok kabur di dalam kegelapan malam.
Para korban yang menderita luka di bagian kepala, wajah dan anggota tubuh lain hanya dapat merintih menahan sakit. Pertolongan baru tiba pada pukul 05.00 WIB, tiga jam setelah aksi rampok berlalu. Korban yang mengalami luka dan pendarahan dibawa ke klinik terdekat dan kasusnya dilaporkan ke Mapolsek Pinggir.
Jajaran Polsek Pinggir yang mengetahui kasus ini, segera tiba di TKP. Olah TKP segera dilakukan. Beberapa personil sibuk mengumpulkan data dan sejumlah saksi sementara personil lainnya memburu kawanan perampok yang diperkirakan kabur ke arah Jalan Lintas.
Sudah Diidentifikasi
Terkait aksi perampokkan dengan kekerasan ini, Kapolres Bengkalis AKBP Anang Revandoko melalui Kapolsek Pinggir Iptu James Sibarani ketika dikonfirmasi menjelaskan, bahwa korban perampokan dengan kekerasan tersebut sudah dibawa ke klinik terdekat untuk menjalani perawatan. “Korban Sugito mengalami luka dibagian kepala dan mata lebam. Korban Yus mengalami robek pada bagian kepala dan anaknya Fitri mengalami robek pada bagian tangan. Korban Adi yang merupakan tetangga korban juga mengalami robek di bagian kepala. Empat korban sudah dibawa ke klinik terdekat,” jelas James.
Menurut James, pihak kepolisan sudah mengindentifikasi kawanan perampok tersebut. Ini berdasarkan ciri-ciri seorang kawanan yang sempat dilihat oleh korban. “Kita sedang memburu kawanan ini. Korban sempat melihat wajah seorang pelaku berikut ciri-cirinya,” ujar James yang mengaku sedang melakukan pengejaran.(sus)