Korban Gempa Mentawai Terserang Penyakit

PADANG-Sebanyak 140 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Mentawai, Provinsi Sumatera Barat masih di pengungsian. Mereka belum mau kembali ke rumah masing-masing karena khawatir dengan gempa susulan yang masih saja terjadi. Sebagian dari mereka bahkan mulai terserang penyakit.Hingga Senin (3/3) gempa masih terjadi dengan kekuatan 6,3 SR. “Masih banyak warga Mentawai yang tinggal di pengungsian. Mereka ada di Dusun Tunang, Desa Matabe, Kecamatan Sikakap. Dusun itu merupakan daerah terparah akibat gempa. Kemudian disusul Dusun Sarere, Desa Matabe dan Desa Simangunyak Kecamatan Sikakap,” ungkap Syofyan, Sekretaris Satuan Koordinasi Penanganan Bencana Provinsi Sumatera Barat, Senin (3/3) di Padang.

Selain warga di tempat-tempat tersebut masih ada pengungsi, kerusakan di Dusun Tunang, Desa Matabe, Kecamatan Sikakap terparah. “Di dusun itu terdapat 54 unit rumah rusak berat dan tujuh unit rumah rusak ringan. Selain itu juga terdapat satu unit rumah ibadah rusak berat dan satu unit gedung sekolah dasar rusak ringan,” tambah Syofyan .

Bangunan yang rusak juga terdapat di Dusun Sarere, Desa Matabe yaitu 7 unit rumah rusak berat dan 77 unit rumah rusak ringan. Selain itu terdapat satu unit rumah ibadah rusak berat dan satu orang mengalami rusak ringan. Sementara itu, di Desa Simangunyak terdapat 45 unit rumah yang mengalami rusak berat dan dua orang meninggal. Kondisi kesehatan warga di pengungsian, kata Syofyan, mulai terserang penyakit, seperti penyakit kulit, diare dan malaria. Akibat gempa Senin yang lalu, juga terdapat dua unit rumah rumah berat di Kabupaten Pesisir Selatan.(pmc,rul)

This entry was posted in Sumbar. Bookmark the permalink.

Comments are closed.