700 GTT 3 Bulan tak Gajian

Terpaksa Ngutang Biayai Hidup

PEKANBARU-Sebanyak 700 guru honor/guru tidak tetap (GTT) yang mengajar di SD, SMP dan SMA negeri di Kota Pekanbaru, sudah tiga bulan tidak menerima gaji. Untuk membiayai hidup keluarganya mereka terpaksa berutang. Nasib malang yang menimpa para guru tidak tetap tersebut diungkapkan Ketua Forum Guru Honor Sekolah Negeri se-Pekanbaru, Sahran Ritonga, di kantor Riau Mandiri, Kamis (13/3) sore. Sahran didampingi sejumlah pengurus Forum Guru Sekolah Negeri lainnya, antara lain: Safari, Muslim dan A Amin.

“Sudah dua bulan lebih, kita belum terima honor dari Disdikpora Pekanbaru selaku institusi pemerintah yang menangani dunia pendidikan di Pekanbaru,” kata Sahran. Selain belum menerima gaji dua bulan lebih, mereka belum mendapatkan tunjangan transportasi. Gaji dan uang transportasi yang biasa mereka terima setiap bulan masing-masing hanya Rp750.000.

Karena sudah beberapa bulan tidak menerima gaji dan tunjangan transportasi, para guru honor tersebut terpaksa berutang pada tetangga dan kerabatnya untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya. “Rata-rata kita sudah berkeluarga. Abang bisa bayangkan kondisi yang kami alami kini. Di saat harga sembako terus melambung tinggi, biaya hidup kian mencekik, uang yang diharapkan untuk membiayai kebutuhan hiudp belum juga keluar,” tutur Sahran, yang mengaku mengajar di SD 007 Senapelan.

Meski belum terima gaji, Sahran dan teman-temannya tetap menjalankan tugasnya sebagai pengajar setiap hari. Menurut Sahran, mereka sudah mendatangi pihak Disdikpora Pekanbaru, namun pihak Disdikpora hingga kini belum memberi kepastian, kapan waktu hak mereka tersebut akan dibayarkan. Jika kondisi ini akan terus berlangsung hingga akhir bulan Maret ini, Sahran Ritonga mengatakan dia dan teman-teman guru honor lainnya yang tergabung dalam Forum Guru Honor Sekolah Negeri itu berniat melakukan unjuk rasa.

“Saat ini jumlah kita ada sebanyak 700 guru yang tergabung dalam forum ini.Jika hingga akhir Maret honor kita belum dibayarkan, kita semua akan turun semua berdemonstrasi” ujar M Amin, sekretaris Forum Guru Honor. Ia juga menyebutkan, nasib mereka ini akan disampaikan ke pihak DPRD Pekanbaru dalam waktu dekat. Sementara itu pihak Disdikpora melalui Wakil Kepala Dinas Hermanius saat dikonfirmasi via telepon tidak berhasil dihubungi.(don)

This entry was posted in Headline. Bookmark the permalink.