8 Kecamatan di Inhu Terendam

RENGAT–Banjir yang melanda delapan kecamatan di Kabupaten Inderagiri Hulu telah merendam ratusan rumah dan ratusan hektar lahan pertanian masyarakat, serta memutuskan arus transportasi. Kondisi ini akibat meluapnya air sungai Indragiri menyusul curah hujan yang cukup tinggi dalam sepekan terakhir ini. Kepala Badan Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kabupaten Inhu Zulfahmi Adrian AP kepada Riau Mandiri di Rengat, Minggu (16/3), mengatakan, berdasarkan data yang telah diterima pihaknya, saat ini sudah delapan Kecamatan terendam banjir, yaitu Kecamatan Peranap, Kelayang, Sungai Lala, Pasir Penyu, Rengat, Rengat Barat, Kuala Cenaku dan Rakit Kulim.Di Kecamatan Kelayang, tepatnya di Desa Sengkilo sedikitnya 300 unit rumah warga telah terendam dengan kedalaman air sekitar 1 meter. Sedangkan jalan desa yang menghubungkan antara Desa Sengkilo dengan Desa Kota Medan telah terendam sepanjang sepanjang 2 Km dengan ke dalaman air sekitar 1 meter. Saat ini jalan desa terputus dan hanya bisa dilewati menggunakan sampan atau rakit. Banjir juga merendam 60 hektar lahan pertanian milik masyarakat berupa tanaman palawija.

Di Desa Kuantan Tenang, Kecamatan Kelayang, sebanyak 50 unit rumah penduduk setempat terendam dengan kedalaman sekitar 1 meter. Banjir juga memutuskan arus transportasi antara Desa Kuantan Tenang dengan Desa Kota Baru karena sekitar 1,5 Km jalan terendam. Di Desa Petalongan Kecamatan Rakit Kulim, sebanyak 34 unit rumah penduduk setempat terendam dengan kedalaman air sekitar 1 meter dari permukaan lantai rumah.

Begitu juga dengan pasar rakyat Desa Petalongan terendam air sedalam 50-70 cm. Selain rumah penduduk, jalan Desa serta fasilitas umum lainnya juga ikut terendam. Tidak sedikit pula lahan pertanian dan perkebunan milik masyarakat digenangi air, seperti yang terjadi Desa Pasir Batu Mandi dan Desa Pasir Bongkal Kecamatan Sungai Lala. Ratusan hektar lahan pertanian dan perkebunan telah terendam air dengan kedalaman sekitar 30-50 cm.

Masih di Kecamatan Sungai Lala, ruas jalan Desa Pasir Batu Mandi sepanjang lebih kurang 20 meter ikut tergenang dengan kedalaman sekitar 40-50 cm. Namun masih bisa dilewati kendaraan bermotor. Di Kecamatan Pasir Penyu, sepanjang lebih kurang 200 meter ruas jalan Desa Petalongan terendam dengan kedalaman rata-rata 50 cm sehingga terpaksa masyarakat harus menggunakan sampan atau perahu untuk melewati jalan ini.

Halaman rumah masyarakat Desa Batu Gajah, Pasir Keranji, Kelurahan Air Molek 1 dan Dusun Lembang Gading juga telah digenangi air sedalam lebih kurang 20-50 cm. Kendati demikian, aktivitas ekonomi masyarakat masih berjalan normal. Dijelaskan Zulfahmi, untuk kecamatan lain seperti Kecamatan Rengat Barat, Kuala Cenaku dan Kecamatan Peranap, Kesos belum menerima data yang lengkap tentang berapa jumlah rumah warga, jalan Desa serta lahan pertanian atau perkebunan yang terendam. Kesos belum menerima laporan. Sementara berdasarkan hasil pantauan di lapangan lanjutnya, untuk Kecamatan Rengat, banjir juga telah merendam sejumlah desa, terutama desa yang berada di pinggiran Sungai Indragiri, seperti Desa Pasir Kemilu, Desa Sungai Raya, Rawa jadi Kelurahan Sekip Hilir, Dusun Teluk Erong Kelurahan Kampung Dagang, Desa Rawa Sekip 1, 2 dan III serta sejumlah Desa lainnya.

Di Rawa Jadi, Desa Sungai Beringin, Desa Sungai Raya dan sekitarnya, banjir telah merendam ratusan hektar lahan pertanian dan perkebunan masyarakat. Sementara rumah penduduk belum digenangi air karena pada umumnya berupa rumah panggung. Namun jika debit air sungai terus bertambah, tidak tertutup kemungkinan luapan Sungai Indragiri akan menggenangi rumah penduduk, sebab permukaan air sekarang ini hanya tinggal sekitar 5-10 cm saja dari lantai rumah warga.

Kuala Cenaku
Sementara Kecamatan Kuala Cenaku dikhawatirkan akan menjadi daerah banjir terparah, Sebab, daerah ini merupakan muara antara Sungai Batang Cenaku dengan Sungai Indragiri, ditambah lagi dengan Sungai Indragiri di Kuala Cenaku telah mengalami pasang surut. “Kita mengimbau agar masyarakat Kecamatan Kuala Cenaku, terutama bagi masyarakat yang berdomisili sepanjang pinggiran Sungai Indragiri untuk selalu waspada. Sebab, saat ini curah hujan masih tinggi, sehingga berpeluang banjir lebih besar,” ujarnya.

Menurutnya, jika dilihat keadaan cuaca serta curah hujan yang masih tinggi baik di wilayah Kabupaten Inhu maupun di daerah hulu sungai Indragiri, debit air sungai akan terus bertambah. Lagipula menurut informasi di Taluk Kuantan Kabupaten Kuansing, debit air sungai Batang Kuantan semakin bertambah, dengan demikian debit sir Sungai Indragiri juga ikut bertambah.

Direncanakan hari ini Kesos Inhu akan turun langsung guna mengetahui secara pasti kondisi di lapangan, sekaligus pendataan jumlah korban-korban banjir yang mengungsi agar bisa proses penyaluran bantuan bisa berjalan lancar. Abrasi Meningkat Dari Teluk Kuantan dilaporkan, meluapanya Sungai Kuantan yang meremdam 11 kecamatan di Kuansing, tidak hanya menimbulkan kerugian komoditi pertanian, tapi juga berdampaknya meningkatkan tingkat abrasi tebing Sungai Kuantan.

Hal ini terjadi seiring meluapnya air membuat arus Sungai Kuantan semakin kuat menghantam tebing. Pantauan di lapangan di tiga desa, yakni Desa Pulau Ingu Kecamatan Benai, Desa Pauh Angit, Marabunta dan Sukaping di Kecamatan Benai cukup parah terkena dampak abrasi. Abrasi di Desa Pulau Ingu terdapat di pertengahan desa tersebut dan perbatasan dengan Desa Pauh Angit. Jika sebelumnya di dua lokasi tesebut jarak antara tebing dan jalan kabupaten sekitar 5 hingga 10 meter, kini mengalami abrasi sekitar setengah meter.

Menurut Kepala Desa Pulau Ingu Ragamus, abrasi biasanya memang hampir terjadi setiap tahun bersamaan dengan musim hujan dan meluapnya Sungai Kuantan. Pemkab diharapkan mencari langkah preventif agar abrasi tidak sampai mengancam badan jalan. Dirinya bersama masyarakat telah menggalakkan penanaman pohon yang dinilai bagus untuk menahan tebing seperti aur, batang baru dan lain sebagainya. Kendati demikian kata Ragamus, tidak semua tebing yang ditanam pohon mampu membendung abrasi . ‘Bila air Kuantan sudah meluap, Sungai Kuantan sangat deras karena hempasan dari Pendulngan. Dan pohon yang ditanam tidak bisa menahannya, apalagi yang pohon yang masih muda,” paparnya.(rez,mad)

Incoming search terms:

  • dusun 1 desa pasir bongkal
  • dusun 1 desa pasir bongkal kecamatan sungai lala
This entry was posted in Indragiri Hulu. Bookmark the permalink.

Comments are closed.