Pria Mabuk Tewas Diwarung Tuak

Dada Remuk, Rahang Patah

PEKANBARU – Nasib tragis dialami Jafat Silitonga (44), warga Jalan Gunung Salak, Kulim, Pekanbaru. Preman mabuk ini tewas menganaskan setelah dianiaya temannya di warung tuak di Jalan Tapanuli, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Jumat (4/4) pukul 02.00 WIB dinihari. Keterangan pemilik warung, Leni (45) yang menjadi saksi mata dalam kejadian tersebut mengatakan, korban tewas dalam keadaan mabuk itu disiksa temannya, Aritonang, warga Perumnas Mutiara Permai Jalan Sepakat, yang juga dalam keadaan mabuk.

Saat itu Kamis (3/4) sekitar pukul 11.30 WIB, tersangka datang ke warung Leni di Jalan Tapanuli Gang Gereja RT 1 RW 5, Kecamatan Tenayan Raya dan langsung menjumpai korban yang sudah mabuk duluan. Begitu datang, tersangka memesan minuman tuak pada Leni. Meskipun hanya tinggal sisa-sisa, tapi Leni tetap memberikan tuak itu pada Aritonang karena terus didesak tersangka. Sekitar pukul 12.30 WIB, Leni meminta pada kedua sahabat yang sedang mabuk tuak itu untuk segera pulang karena hari sudah larut malam.

Karena mereka (tersangka dan korban, red) tidak juga beranjak, akhirnya Leni tetap masuk rumah dan menutup pintu. “Saya lihat dari jendela, mereka saling bercanda aja, dan sesekali saling berpelukan, sambil tos-tosan,” ungkap Leni kepada wartawan. Sekitar pukul 01.30 WIB, tiba-tiba saja Leni dikejutkan dengan suara gaduh, dan melihat Jafat sudah terlentang karena dipukul Aritonang. “Jafat tidak melawan saat berada ditanah, tapi Aritonang terus menyiksanya,” tambah pemilik warung tuak itu. Karena panik menyaksikan keributan itu, Leni berteriak histeris sehingga mengundang perhatian warga sekitar yang langsung berdatangan melerai perkelahian dua sahabat itu. Setelah tersangka pergi, Sinaga (50), suami Leni, malam itu juga melapor ke Mapolsek Tenayan Raya. Namun sampai di sana, ternyata tersangka sudah membuat laporan yakni, temannya dianiaya seseorang.

Sekitar pukul 02.00 WIB, petugas kepolisian datang ke TKP dan langsung membawa Jafat yang sudah tidak bergerak itu ke RSUD Arifin Achmad. Setelah diotopsi, pagi harinya mayat bapak 3 anak itu dibawa pulang ke rumah duka di Jalan Gunung Salak. Menurut Sinaga, akibat pukulan tersangka, korban mengalami patah tulang di rahang dan dadanya. Dari pantauan Riau Mandiri, terlihat dari bagian dada hingga ke leher korban, berwarna hitam kebiruan. Kapolsek Tenayan Raya, AKP Irwandi, saat dikonfirmasikan mengenai hal ini, membenarkan telah terjadinya pembunuhan. Namun motif dari pembunuhan itu belum bisa dipastikan. “Saat ini tersangka telah kita amankan untuk diproses lebih lanjut,” ungkapnya pada wartawan.

Santi Risnawati Boru Simbolon, istri korban ketika ditemui dikediamannya mengakui terpukul dengan kejadian tersebut. Apalagi selama ini suaminya tidak memiliki kebiasaan berkelahi. “Suami saya kemaren Kamis ( 3/4 ) pukul 13.00 Wib pergi dari rumah mencari obat, kebiasannya jarang berkelahi dan selalu mengalah, tiba -tiba saya dapat berita suami saya sudah meninggal, apa tidak sakit hati ini, untuk itu saya berharap kepada penegak hukum kalau bisa Aritonang dihukum mati, ” harap isteri korban, yang sudah punya 3 orang anak itu.(dol)

Incoming search terms:

  • pembunuhan di kedai tuak di kec tenayan raya kulim pekan baru
  • pembunuhan di kedai Tuak kec Tenayan raya kulim pekanbaru
  • pembunuhan di kedai tuak kec tenayan raya pekan baru
This entry was posted in HuKrim. Bookmark the permalink.

Comments are closed.