Warga Rumbai Khawatir Banjir Susulan

Prediksi Hujan April Tinggi

PEKANBARU- Meski banjir yang melanda Meranti Pandak dan Sri Meranti Kecamatan Rumbai sudah susut namun warga belum bisa bernafas lega. Pasalnya mereka merasa khawatir banjir susulan bakal terjadi. Apalagi pada bulan April ini curah hujan diprediksi cukup tinggi serta ditambah tiga hari belakangan hujan kembali menguyuri Kota Pekanbaru. Rasa khawatir tersebut dikatakan Iwan Junaidi (37), salah satu warga Meranti Pandak, kepada Riau Mandiri, Jumat (4/4) kemarin. Ia mengatakan meski banjir sudah surut tapi dirinya bersama dengan warga lain masih merasa was-was.

“Setelah lebih seminggu mengungsi di tenda-tenda darurat akibat banjir, kita baru bernapas lega setelah bisa kembali kerumah. Tapi ternyata cuca akhir-akhir ini juga tak bersahabat. Curah hujan cukup lebat, jangan-jangan nantinya banjir lagi,” akui Iwan tanpa bisa berbuat banyak kecuali pasrah dengan kondisi alam. Apa yang dikhawatirkan Iwan ternyata juga dirasakan oleh Anik (25), ibu dua orang anak yang mengaku tak kuat lagi kalau harus kembali mengungsi ke tenda-tenda darurat. Selain mengaku anaknya jadi lebih rewel dan kepanasan siang harinya, malam hari mereka juga sulit tidur karena merasa kedinginan. Karena itu Anik berharap tidak ada lagi banjir susulan walau curah hujan cukup tinggi.

“Rasanya tak kuat lagi harus kembali ke tenda darurat karena anak saya jadi rewel karena panas. Malam hari malah kedinginan. Mudah-mudahan hujan beberapa hari ini tak membuat sungai Siak meluap lagi,” kata Anik. Ketika ditanya tentang bantuan banjir yang masih saja mengalir baik dari instansi pemerintah dan swasta ataupun dari masyarakat umum, baik Iwan ataupun Anik mengatakan sangat mensyukuri keadaan tersebut. Namun jika bisa memilih mereka lebih baik tak dapat bantuan daripada mengalami musibah banjir.

Apalagi menurut mereka bantuan yang disalurkan lebih banyak sejenis mie dan air mineral. Padahal dalam keadaan kelaparan dan kedinginan, mereka lebih membutuhkan basi bungkus ataupun bahan pangan lainnya seperti beras, minyak dan bahan pokok yang tahan lama. “Memang saat banjir kemarin kita menerima bantuan yang disalurkan melalui RW dan RT. Namun yang kita terima lebih banyak bantuan berupa indomie ataupun air minum kemasan. Dalam keadaan lapar dan dingin begitu, badan jadi tambah lemas kalau harus makan mie terus. Tanpa mengurangi rasa terima kasih kami, lebih baik rasanya kami diberikan nasi atau langsung saja beras dan minyak, jadi lebih bermanfaat dan tahan lama,” tambah Anik yang diamini oleh Iwan.

Fogging
Berbincang-bincang perihal penanganan masalah kesehatan pasca banjir ini, warga Meranti Pandak i ini mengatakan sangat mengharapkan dilakukannya fogging secepat mungkin karena mereka khawatir genangan air di tempat-tempat yang rendah akan menjadi sarang jentik nyamuk yang bisa menyebabkan berbagai penyakit.

“Kalau usai banjir biasanya banyak jentik nyamuk yang berkembang di tempat-tempat genangan air. Nah, maunya secepat mungkin ada yang melakukan penyemprotan agar tidak munculpanyakit akibat nyamuk,” terang Iwan.(dis)

This entry was posted in Pekanbaru. Bookmark the permalink.

Comments are closed.