Jakarta-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan teguran keras kepada seorang bupati, yang menjadi peserta Forum Pembekalan Konsolidasi Pimpinan Daerah di Gedung Lemhannas, Jakarta Pusat, Selasa (8/4) yang tengah tertidur. Teguran itu bermula ketika Presiden memberi pembekalan dalam forum yang diikuti para bupati, walikota dan ketua DPRD kabupaten dan kota pada Angkatan Kedua 2008 ini. Di tengah acara, seorang peserta diketahui tengah tertidur pulas.Mengetahui hal itu, SBY menegur dan meminta salah satu pimpinan daerah itu meninggalkan ruangan dengan nada keras. “Bagaimana memimpin rakyat, kalau di ruangan ini tidur. Malu kepada rakyat. Dipilih langsung Saudara. Diajak bicara memajukan rakyat saja, tidur. Jangan main-main dengan tanggung jawab,” kata Presiden SBY.
“Berdosa jika bersalah kepada rakyat. Malu kepada rakyat, kalau kita tidak bisa kendalikan diri kita. Kepemimpinan berangkat dari diri kita,” tambah SBY. Lebih lanjut, presiden meminta agar yang pemimpin daerah yang berkelakuan sama dengan seorang pemimpin daerah tadi, tidak diluluskan dari pendidikan Lemhannas. “Jangan diluluskan biar rakyat tahu. Ada pemimpin yang tidak lulus sekolah Lemhannas. Bukan karena tidak pandai, Tapi karena tidak bagus kepribadiannya,” kata presiden. Forum Pembekalan Konsolidasi Pimpinan Daerah di Gedung Lemhannas dilaksanakan selama lima pekan, dibuka sejak 4 Maret sampai 9 April 2008. Forum ini diikuti oleh para pimpinan daerah sebanyak 86 peserta.
Sanksi Sosial
Gubernur Lemhanas Muladi ditemui usai acara, membantah Presiden SBY marah. Menurutnya yang dilakukan Kepala Pemerintahan adalah sekadar memberikan teguran dan hal tersebut adalah hal yang wajar. “Ya sudah selesai kok. Tegurannya cukup keras. Seorang presiden menegur langsung di depan umum. Itu bagi dia sudah sanksi sosial yang luar biasa, kecuali ndablek ya itu sulit,” kata Gubernur Lemhannas Muladi di Gedung Lemhannas, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (8/4). Muladi mengaku, pihaknya akan memanggil secara khusus peserta Lemhannas yang tertidur saat pidato presiden. Dia juga mengatakan, Presiden SBY hanya meminta dirinya untuk menegur peserta yang tertidur saat presiden berpidato.
“Saya tanya (kepada presiden) bagaimana Pak, enggak apa-apa itu tidur? (SBY menjawab) ditegur ya, perlu, tapi saya ndak marah begitu,” kata Muladi Presiden juga, kata Muladi tidak memerintahkan agar peserta tersebut tidak diluluskan. “Enggak, enggak. Beliau marah sepintas tapi tidak berlanjut. Itu wajar, manusiawi, orang ngantuk, orang sakit, orang keluyuran tadi malam, tapi sebetulnya tidak boleh,” katanya. Muladi mengatakan, Lemhannas sudah memperingatkan kepada para peserta untuk tidak boleh main SMS, tidak boleh mengantuk. “Tapi, ya ini namanya kecelakaan,” katanya. Dia mengatakan, biasanya jika orang yang sering ngantuk adalah orang yang memiliki penyakit kencing manis. “Yang kencing manis biasanya orangnya begitu, ngantukan,” katanya.
Muladi sendiri mengaku, awalnya justru khawatir jika ada pemimpin dari daerah yang akan melakukan interupsi saat SBY berpidato. “Tapi saya sudah peringatkan tidak ada interupsi di sini. walikota, bupati, dan DPRD cukup kritis, mereka kan orang partai. Tapi ternyata tertib tidak ada masalah,” jelasnya. (ozc,dtc,ral)