Mundur dari Kabinet Rusli Zainal
PEKANBARU-Satu per satu orang-orang kepercayaan Gubernur Riau Rusli Zainal terus mengundurkan diri dari kabinet baru hasil mutasi yang dinilai sejumlah kalangan kontroversial tersebut. Kali ini giliran Direktur Rumah Sakit Jiwa Tampan, Pekanbaru, Said Amir Hamzah yang akhirnya menyusul langkah mantan Asisten III Setdaprov Raja Marjohan Yusuf, mundur dari jabatannya. Sebelumnya Marjohan Yusuf telah menyatakan mundur dari jabatan sebagai Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Riau Said mengatakan sudah mempersiapkan surat pengunduran dirinya dan rencananya akan segera disampaikan kepada Gubernur, Selasa (22/4) besok.
Menurut Said Amir Hamzah, keputusan mundur itu sudah final dan dirinya tidak akan berubah lagi meskipun diajak untuk kembali ke posisi tersebut. “Keputusan mundur sudah final,” tegas Said Amir, Minggu (20/4), ditemui di sela–sela Temu Akbar Pemuda Riau di Hotel Ibis Pekanbaru. Sebagai aparatur pemerintahan (PNS), ungkapnya, memiliki ikrar untuk siap ditempatkan di mana saja. Tapi pihaknya juga berhak menolak jabatan yang dinilai bukan bidangnya demi kebaikan bersama. “Tidak ada gunanya saya bertahan di sana. Keputusan mundur itu pasti. Suratnya sudah saya siapkan dan tinggal diajukan saja,” kata Said Amir.
Sampai saat ini lanjut Said, dirinya tidak bisa menerima penempatan baru itu. Bukan alasan karena minimnya fasilitas bagi para pejabat, tetapi pada aspek kelayakan dan ketepatan penempatan. Apalagi penempatan dirinya dari jabatan Kepala Badan Infokom Kesbang ke direktur RSJ tidak pernah dimintai kesediaan. Pihaknya baru tahu akan dipindahkan pukul 02.15 WIB dinihari menjelang pelantikan keesokan harinya melalui SMS oleh Kepala BADP Ramli Walid. Menjelang pengajuan mundur secara resmi ungkap Said, dirinya tetap masuk kerja seperti biasanya ke RSJ Tampan tapi hanya untuk memantau aktifitas. Dalam enam hari itu tidak menemukan kecocokan dan merasa tidak tepat berada di rumah sakit. Soal gelarnya yang Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) menurutnya lagi tidak memadai untuk pengelolaan rumah sakit yang sebentar lagi akan fokus jadi RS Khusus narkoba dan jiwa itu.
Lalu kemana pasca mundur nanti?. Said mengatakan mundur itu hanya dari posisi kepala RSJ dan tetap sebagai pegawai negeri. Soal kemana nanti lihat saja perkembangannya jawabnya.
Disentil
Sementara itu Selasa (15/4) lalu, Gubri menyentil Said Amir Hamzah saat memberikan sambutan pada kegiatan workshop pendamping desa program pengembangan lembaga ekonomi pedesaan se-Provinsi Riau, di Hotel Sahid. “Ditempatkan di rumah sakit jiwa itu karena back ground-nya (Said Amir Hamzah) SKM (sarjana kesehatan masyarakat), serta pernah menjabat wakil direktur rumah sakit,” sebut Gubri. “Saya heran ada pejabat yang nolak jabatan, pilih-pilih jabatan itu sudah bertentangan dengan PP 30 tentang PNS yang menyatakan bersedia ditempatkan di mana saja,” ujar Gubri lagi. Sementara itu, usai acara, kepada wartawan Gubri menyebutkan, posisi eselon II dalam SOTK Pemerintah itu lebih pada manajerial.
“Eselon II itu lebih pada manajerial, kemampuan manajemen, tidak teknis lagi. Teknis itu pada Kabid, Kasi. Apalagi kalau kompetensi sudah ada di sana. Saya saja Gubernur yang tidak mengerti sapi, rumah sakit, tapi itu yang kita programkan,” tutur Gubri. Untuk itu, Gubri juga mengingatkan pada para PNS khususnya di lingkungan Pemprov Riau untuk setia pada sumpah dan janji yang pernah diikrarkan di saat dilantik menjadi PNS. “Ya harus setialah dengan sumpah jabatan,” sebutnya.
Bantah
Menanggapi pernyataan Gubri tersebut, Said Amir Hamzah menyatakan, dirinya tidak pernah pilih-pilih jabatan, sepanjang penempatan dirinya pada posisi apapun dikomunikasikan. Selain itu, Said mengatakan, basic-nya sebagai sarjana kesehatan masyarakat (SKM) tidak begitu dekat dengan bidang kejiwaan.
“RSJ itu kan lebih spesifik, masalah kejiwaan seseorang. Kalau saya bukannya pilih-pilih jabatan, tapi bagusnya dikomunikasikan,” ungkap Said kepada Riau Mandiri, kemarin. (yon)
Incoming search terms:
- jabatan skm di rs