BANGKINANG-Pelaksanaan Pilgubri berpotensi muncur dari 22 September mendatang karena hingga saat ini baru Partai Golkar yang solid dalam menentukan Cagubri periode 2008-2013. Tokoh dan pengamat politik Kabupaten Kampar yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Kampar H. M Amin HS kepada Riau Mandiri, kemarin (11/5) mengakui adanya potensi mundur dan deadlock pelaksanaan Pilgubri 22 September mendatang.Dikatakan, saat ini kekuatan yang sudah siap barulah calon dari Partai Golkar sedangkan parpol lainnya belum mencukupi 15 persen dari jumlah kurisnya di DPRD Riau. “Baru Partai Golkar yang sudah siap calonnya sedangkan partai lain belum ada keputusan,” tegasnya. Untuk calon yang diusung di luar Partai Golkar harus bisa maju berkoalisi dengan paprpol lainnya dan untuk berkoalisi membutuhkan waktu dan strategi sedangkan waktu yang tersedia semakin singkat dengan perlunya tawar menawar tentang siapa yang akan menjadi cagubri dan Cawagubri. “Mereka harus melaksanakan kesepakatan koalisi,” katanya.
Ditambahkan, jika satu kursi di dewan dinilai Rp1 miliar dan jika parpol itu baru memiliki dua kursi maka mereka harus menyiapkan berapa lagi dan itu akan menyebabkan tingginya biaya politik. “Jika suatu parpol mempunyai kader yang berpotensi untuk dicalonkan sedangkan jumlah kursinya belum cukup, tentunya harus menyiapkan biaya yang tinggi,” katanya. Terkait calon independen, jelas Amin dengan waktu yang terbatas dan biaya tinggi selain belum jelasnya juklak dan juknisnya. “Mampukan calon independen menjelang 25 Mei mendatang menyelesaikan dukunganya dan saya perkirakan calon independen tak akan bisa maju pada tahapan Pilgubri karena mensosialisasikan calon independen juga sulit dan jika terjadi maka calon independen juga kesulitan masuk dalan pencalonan,” ulasnya.(dom)