Di Daerah Meranti dan Mandau
DURI-Menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau (Pilgubri), 22 September mendatang, popularitas calon incumbent H.M Rusli Zainal dinilai semakin hari semakin merosot, teruama di kalangan masyarakat kawasan Merbau, Rangsang dan Tebing Tinggi (Meranti) serta Kecamatan Mandau. Pasalnya, kelompok pro pemekaran menilai Cagubri yang disusung Partai Golkar ini secara terang-terangan menolak terbentuknya Kabupaten Mandau dan Meranti.
“Kita sudah serukan kepada masyarakat asli Mandau maupun seluruh elemen masyarakat dari berbagai etnis di Mandau untuk tidak mendukung atau memilih calon gubernur atau wakil gubernur yang anti pemekaran. Dalam hal ini salah satu bakal calon yang secara langsung menolak pemekaran adalah Rusli Zainal. Perolehan suara Rusli Zainal diyakini bakal anjlok di Kecamatan Mandau ini karena mayoritas masyarakat mendukung terbentuknya Kabupaten Mandau,” tegas Rahmad Yusuf pengurus Komite Persiapan Pembentukan Kabupaten Mandau (KP2KM), kemarin. Selain penolakan terhadap Rusli Zainal dengan alasan anti pemekaran, calon incumbent itu juga dinilai gagal mensejahterakan masyarakat Riau, termasuk Kecamatan Mandau. Menurutnya pembangunan yang dilakukan sekarang lebih banyak ke arah seremonial, sementara pembangunan Mandau sebagai salah satu penyumbang devisa negara terabaikan.
“Lihat saja jalan lintas Dumai-Duri-Pekanbaru yang sudah banyak hancur, tidak ada upaya perbaikan atau pembangunan jalan alternatif di wilayah tersebut. Kemudian alokasi dana APBD untuk Mandau juga sangat minim, sementara masyarakat asli di sini masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan, tidak ada perhatian dari Pemprov Riau. Pemekaran Mandau adalah keputusan bersama, tetapi level elit Riau malah menolak pembentukan Kabupaten Mandau,” katanya. Ditanya tentang seringnya Gubri Rusli berkunjung ke Mandau untuk berbagai kegiatan. Rahmad menyebutnya hanya sebuah kegiatan seremonial yang tidak akan berdampak secara khusus terhadap penggunaan hak suara masyarakat.
Senada dengan Rahmad, pengurus BP2KM Selatpanjang Tarmizi AP juga mengungkapkan hal sama. “Pada intinya, masyarakat akan menolak Cagubri yang menentang pemekaran ini,” tegasnya. (afa)