PDIP Ancam Pembelot, Golkar Yakin Menang

PEKANBARU-Makin dekatnya pemilihan Gubernur Riau periode 2008-2013, membuat suasana internal di sejumlah partai politik memanas. Buktinya, DPP PDIP mengeluarkan ancaman akan memecat kader dan pengurus pembelot yang mendukung pasangan cagub-cawagub dari partai lain. Sementara di sisi lain, Partai Golkar Riau menyatakan optimismenya untuk memenangkan Pilgubri dengan satu putaran. Pernyataan dari DPP PDIP itu langsung ditekankan oleh Ketua Umumnya Megawati yang dituangkan dalam bentuk rekomendasi penetapan pasangan calon diteken Megawati dan Sekjennya Pramono Anung. Dalam Pilgubri PDIP resmi mengusung pasangan Chaidir dan Suryadi Khusaini (CS), sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.Dalam rekomendasi resmi DPP itu tertanggal 5 Juni 2008 dengan nomor 2083/IN/DPP/VI/2008 itu Megawati meminta kepada seluruh kader dan pengurus partai berlambang banteng moncong putih itu mengamankan pasangan ditetapkan dalam Pilkada. Sanksi itu dapat dalam bentuk pencopotan sampai pemecatan karena PDIP sebagaimana dikatakan Korwil DPP PDIP untuk Sumatera Maraarar Sirait tidak ingin lagi kalah di Pilkada di Riau. Ketua DPD PDIP Riau Suryadi Khusaini yang menerima mandat itu menegaskan akan menindaklanjuti rekomendasi DPP itu dengan meminta kepada para kader dan pengurus patuh dengan ketentuan. Sebab dalam setiap putaran Pilkada selalu saja ada pihak-pihak secara pribadi memihak kepada calon lain selain keputusan partai. “Akan ada sanksi tegas kepada mereka yang ikut terlibat ke calon lain dan tidak membantu pemenangkan pasangan ditetapkan DPP,” katanya.

Menurut Suryadi, dengan adanya keputusan DPP itu merupakan harga mati bagi seluruh kader dan pengurus partai memenangkan Pilkada dengan mengerahkan semua potensi partai. Dengan solidnya kekuatan internal ungkapnya maka itu menjadi modal bagi pasangan CS mendapatkan perolehan suara terbanyak.

Golkar Satu Putaran
Di pihak lain, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Partai Golkar Riau, Zulfan Heri, Rabu (11/6) melihat adanya peluang terjadinya dua kali putaran itu di Pilkada, tapi Partai Golkar Riau tidak akan mengambil resiko dengan menargetkan untuk menuntaskan Pilkada itu melalui satu kali putaran. Golkar menargetkan jika pasangan calon lebih dari lima pasangan calon tersebut sebesar 42-47 persen suara. Menurut Zulfan Heri, dengan banyaknya calon maju di Pilgubri tidak akan menggentarkan Partai Golkar. Di satu sisi menunjukan dinamisnya perpolitikan di Riau dan masyarakat memiliki banyak pilihan pemimpin. Hal ini juga menjadi pembelajaran dan pendewasaan demokrasi di masyarakat. Diakui, setiap partai pasti memiliki basis massa dan pendukung yang akan berusaha memenangkan calonnya, demikian juga dengan Golkar. Dengan melihat peta politik bakal calon saat ini, Golkar Riau ungkap Zulfan, figur calon Gubernur dari Golkar masih terbilang populer dari sejumlah calon lainnya.

“Putaran kedua bisa saja terjadi dan peluang itu pasti ada. Tapi Golkar akan berusaha menuntaskannya dalam satu kali putaran. Suara sekitar 42-47 persen,” kata politisi muda Golkar Riau ini ditemui di Kantor DPD PG Jalan Diponegoro Pekanbaru. Dikatakannya, salah satu keunggulan dimiliki Golkar dengan banyaknya pasangan calon yaitu hampir semua bakal calon akan maju masih wajah-wajah lama yang sudah bisa diukur kekuatannya oleh Golkar. Namun demikian Golkar tambahnya tak akan gegabah dan tetap memperhitungkan segala kemungkinan akan terjadi.

Terkait dengan “kegagalan” PG Riau menggandeng sejumlah partai besar seperti PAN, PDIP, PPP maupun PKS atau PBR dalam suatu koalisi, Zulfan mengatakan, bagi Golkar tidak menjadi masalah karena tanpa adanya koalisi itupun Golkar sudah berada di posisi aman memenuhi syarat pencalonan. Pendekatan-pendekatan masih terus dilakukan kepada partai-partai lainnya dan sampai penempatan pasangan nanti semua komposisi partai masih bisa berubah. Belum adanya pasangan calon wakil gubernur itupula menurut Zulfan yang mungkin menyebabkan partai lain belum menyatakan koalisinya ke Golkar. Sementara itu Ketua Fraksi PG DPRD Riau, Johar Firdaus di kesempatan terpisah mengatakan optimismenya partai itu mampu memenangkan Pilkada Riau. Terkait Pilkada Johar meminta kepada semua pihak untuk tidak melakukan sosialisasi dan kampanye dengan menjelekan pihak-pihak lain. Semua pihak diharapkan lebih mengedepankan program dan apa yang bisa ditawarkan kepada masyarakat.

Sementara itu dari perkembangan politik menjelang dibukanya pendaftaran calon di KPU Riau 25 Juni 2008 mendatang, sejumlah partai mulai memfinalnya pasangan calonnya. Di antaranya Taufan Andoso Yakin-Zamharir melalui PAN, Partai Buruh dan PDS, kemudian Chaidir–Suryadi Khusaini dengan PDIP, ditambah dengan Golkar mengusung Rusli Zainal, PPP Riau dan kemungkinan besar PBR dan PKS mengusung pasangan calon tersendiri. Selain partai kemungkinan ada dua calon perseorangan akan ikut serta yaitu Soemardhi Thaher- Irianto Rab dan Sriwahyuni dan Yusfar Salam.(yon)

This entry was posted in Polkam. Bookmark the permalink.

Comments are closed.