Hambat Kinerja
PEKANBARU-Masih terkatung-katungnya pencairan anggaran Panitia Pengawasan Pilkada Riau secara tidak langsung dinilai upaya melemahkan peran Panwas melakukan tugasnya dalam memantau tahapan Pilkada. Pemprov Riau sampai kini tak kunjung mencairkan anggaran yang telah disetujui di APBD Riau sebesar Rp20 miliar dengan berbagai alasan.
Anggota Komisi A DPRD Riau yang juga Sekretaris Pembentukan Panswaslu Provinsi, Hasyim Aliwa mengatakan, jangan sampai gara-gara dana itu tak dicairkan membuat Panwas tidak bekerja maksimal. Di mana tahapan Pilkada sudah dimulai tapi sarana yang dibutuhkan oleh lembaga pengawas ini tak juga diserahkan. Hal ini secara tak langsung akan menimbulkan anggapan negatif sebagai upaya pihak tertentu melemahkan keberadaan Panwas.
“Bisa saja ini usaha untuk melemahkan peran Panwas. Waktu kan tinggal sedikit lagi sedangkan mereka masih sibuk mengurus anggaran dan belum memiliki kelengkapan bertugas. Pemprov hendaknya pro aktif membantu,”kata Hasyim Aliwa, Kamis (12/6). Menurut Hasyim, jika kendalanya pada keberadaan staf dan kelengkapan keuangan, tentu Pemprov yang lebih tahu tentang hal ini. Namun tak dilakukan penempatan segera dan seperti dicari-cari alasan memberatkan proses penggunaan anggaran tersebut. Jika Pemprov tak segera memberikan bantuan anggaran itu, menurut Hasyim sama saja tak sejalan dengan komitmen awal dalam penyelenggaraan Pilkada Riau yang demokratis dan jujur.
Sementara itu, Ketua Panwas Pilkada Riau, Bakhtiar Ruzeno membenarkan jika anggaran itu belum juga turun. Pengajuan sudah dilakukan dan meminta Pemprov Riau segera memprosesnya. Sebab, Panwas harus segera bekerja.(yon)