Kota Duri Lumpuh Tiga Jam
DURI-Ribuan warga Kecamatan Mandau dan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, turun ke jalan-jalan utama di Kota Duri, Kamis (12/6). Aksi demo ribuan massa tersebut sempat melumpuhkan aktivitas perekonomian di Kota Duri sekitar tiga jam, karena pasar, bank dan toko-toko yang dilintasi long march massa tersebut ditutup.Demo ribuan massa yang tergabung dalam Forum Lintas Parpol, Ormas,LSM dan mahasiswa tersebut dimaksudkan menekan DPR dan Pemerintah Pusat segera mengesahkan Kabupaten Mandau. Long march menggunakan sepeda motor dan kendaraan roda empat ini awalnya tidak mendapat izin dari pihak kepolisian. Jalan masuk menuju ke lapangan Pokok Jengkol yang harusnya menjadi pusat kosentrasi massa diblokir pihak kepolisian menggunakan kendaraan. Kemudian perundingan alot antara pihak KP2KM selaku penanggung jawab aksi dengan Kapolres Bengkalis AKBP Anang Revandoko pun berlangsung.
Perundingan akhirnya mencapai titik temu. Massa diperkenankan long march dengan catatan ada pernyataan dari KP2KM selaku penanggung jawab aksi tersebut tidak akan diwarnai anarkis dan tidak mengganggu ketertiban umum. Pernyatan itu ditandatangani tokoh KP2KM Joko Fiknisal, Ejon Jeronimus, Baharuddin Sayang, Slamet Simamora dan Afrizal Tanjung. Setelah itu iringan konvoi baru bisa bergerak dari Simpang Pokok Jengkol menuju Pasar Duri.
Dengan mengusung berbagai bendera parpol dan atribut Kabupaten Mandau, massa meneriakkan yel-yel, “hidup Kabupaten Mandau” disepanjang Jalan. Ruko-ruko yang masih buka didatangi dan diminta tutup sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap perjuangan Kabupaten Mandau. “Kalau kalian mengaku orang Mandau, dukung perjuangan ini. Mohon tutup ruko ini,” ungkap seorang massa mendatangi ruko, di Jalan Sudirman. Penutupan ruko ini berlangsung disetiap jalan yang dilalui iringan konvoi. Ruko yang masih tetap buka, didatangi puluhan massa, sehingga akhirnya pemilik ruko buru-buru mengemasi dagangan dan menutup tokonya.
Tumbangkan Baliho
Sampai di depan kantor Camat Mandau, iringan konvor berhenti beberapa saat. Massa memasang sebuah spanduk menutupi tulisan kantor Camat Mandau. Sebuah baliho bertiang kayu bergambar Bupati Bengkalis H Syamsurizal yang terpancang di dalam pagar kantor camat juga tak luput dari perhatian massa. Beberapa orang bergerak masuk dan menumbangkan baliho itu. Sekitar 5 petugas Satpol PP yang berada di pos penjagaan tak berani menghalanginya.
Iring-iringan massa terus bergerak menuju Simpang Garoga, Duri. Long march diteruskan menuju Jalan Hang Tuah. Aksi penutupan ruko yang masih buka, kembali terjadi. Tak pandang bulu, ruko maupun bank diminta tutup beberapa saat. Sampai di simpang tiga dekat kantor PT Telkom Duri, arak-arakan massa membelokkan kendaraan menuju Jalan Mawar. Aksi tutup ruko kembali terjadi. Yang bandel didatangi beramai-ramai. Tiba di ujung jalan Mawar, tepatnya di Simpang 4 Rangau, sebuah baliho bergambar Bupati Syamsurizal kembali terlihat. Tanpa dikomando masa menumbangkan baliho itu. Tak sekedar menumbangkan, baliho juga dirobek-robek dan sempat disemprot dengan cat. Baliho yang sudah robek disulut dengan api hingga terbakar.
Memaksa Masuk
Setelah memkabar baliho Syamsurizal itu, massa kembali bergerak. Kali ini menuju Gate III PT caltex Pacific Indonesia (CPI) menuju komplek perumahan dan perkantoran PT CPI Duri. Gate sudah dihalangi kawat berduri. Gerak maju massa juga dihadang barikade security dan aparat kepolisian. Petugas juga menyiagakan dua ekor anjing pelacak di depan gate itu.
Jumlah massa yang kian bertambah tak sebanding dengan jumlah personil kepolisian yang menghadang. Khawatir massa nekat menerobos barikade, puluhan personil polisi dan Brimob pun segera didrop ke tempat itu. Sesaat kemudian, turun perintah membuat barikade pagar betis. Puluhan personil pun berlarian menuju truk untuk mengambil tameng.
Karena tergesa-gesa, seorang personil sempat jatuh terjerembab. Bersamaan dengan itu, mobil water canon milik polisi juga menerobos masuk ke depan barikade. Pagar betis menggunakan perisai tinggi membuat massa polisi berhadap-hadapan dengan massa. Siapnya pasukan anti hura-hara dan stand by-nya mobil water canon untuk gas air mata membuat massa mundur. Sempat terjadi tarik menarik antara massa dengan pihak kepolisian. Seorang anggota LMB ditarik oleh pihak kepolisian, namun massa lain menghalang. Merasa tak mungkin menerobos masuk Gate III, akhirnya massa berbalik dan terus menuju ke lapangan Pokok Jengkol.
Istirahat sejenak, sembari berorasi, akhirnya massa kembali melakukanlong march susulan ke Jalan Sudirman dan Jalan Hang Tuah Duri. Aksi massa tersebut mendapat pengawalan langsung dari pihak kepolisian. Puluhan personil Polantas disiagakan di beberapa ruas jalan dan persimpangan. Kendati long march memakan waktu yang cukup lama, arus lalu u lintas tidak begitu terganggu karena massa hanya memakai separuh badan jalan.
Upika Turun
Penutupan ruko-ruko yang melumpuhkan aktivitas perekonomian beberapa jam mendapat perhatian dari Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Mandau. Setelah long march mereda, Camat Mandau Djoko Edi Imhar, Kapolsek Mandau AKP Ade Mulyana dan Danramil Mandau Kapt (Arh) Sudiyono turun ke jalan. Dengan menggunakan mobil pick up yang dilengkapi sound system, Upika meminta agar pemilik ruko membuka kembali usahanya. “Pemilik ruko kita minta membuka kembali usaha sebagai mana biasanya,” tegas Djoko Edi Imhar.(sus)