Tahun 2010 HIV Timbulkan 100 Ribu Kematian
JAKARTA - Penyebaran penyakit HIV/AIDS di Tanah Air terus mengkhawatirkan, diperkirakan pada tahun 2010 akan ada 400.000 orang terinfeksi HIV dan 100.000 orang meninggal akibat virus ini. “Tanpa adanya intervensi yang memadai, maka pada tahun 2015 bakal ada 1 juta orang yang terinfeksi HIV, 350.000 orang meninggal karena HIV dan 38.500 kasus HIV pada anak,” kata Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Aburizal Bakrie, di Jakarta, Jumat (14/6) siang. Lebih lanjut Aburizal Bakrie mengatakan, “Epidemi HIV adalah salah satu agenda penting Pemerintah Indonesia dalam pembangunan kesehatan, bersama dengan tingkat kematian ibu yang masih tinggi, berbagai penyakit infeksi, serta masalah kesehatan lain yang disebabkan oleh makin tingginya tingkat harapan hidup dan makin banyaknya jumlah penduduk lansia di Indonesia.Dalam upayanya mengatasi penyebaran penyakit HIV/AIDS, Pemerintah Indonesia mencanangkan Rencana Aksi Nasional 2007-2010. Tiga hal penting yang termuat dalam Rencana Aksi Nasional ini adalah: penjangkauan terhadap populasi rentan HIV/AIDS terutama para pengguna narkotika suntikan, para pekerja seks dan klien mereka. Hal kedua adalah program pencegahan yang diberatkan pada pencegahan penularan melalui jarum suntik dan hubungan seks beresiko tinggi.
Sejumlah program pencegahan komprehensif, yang terdiri atas promosi gaya hidup sehat, konseling, dan testing sukarela (VCT), pencegahan infeksi menular seksual, program pengurangan dampak buruk (”harm reduction”), dukungan dan pengobatan (CST), pencegahan universal, pencegahan penularan dari ibu ke bayi, serta transfusi darah yang aman sudah dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia. “Program komprehensif ini diprioritaskan di 19 provinsi, termasuk dua provinsi di Pulau Papua yang memerlukan penanganan khusus, yang 80 persen populasinya rentan HIV di Indonesia,” lanjutnya.
Sementara itu pendanaan program HIV, masih katanya, masih menjadi tantangan utama di Indonesia. Hingga saat ini baru sekitar 30 persen dari total kebutuhan dana penanggulangan HIV yang disediakan oleh pemerintah, katanya. “Namun ini bukan berarti komitmen pemerintah rendah. Sebagai bukti, anggaran yang disediakan oleh pemerintah daerah untuk penanganan epidemi HIV meningkat cukup tajam. Di tingkat provinsi, anggaran untuk HIV meningkat dari 8 miliar rupiah pada tahun 2004 menjadi 57 miliar rupiah pada tahun 2007.
Dana itu disebarkan untuk 23 dari total 33 provinsi di Indonesia, ujarnya. Sementara di tingkat kabupaten, terjadi peningkatan pendanaan yang juga sangat tajam. Rata-rata kabupaten menyalurkan 3,5 miliar rupiah tahun 2005, naik jadi 19 miliar rupiah pada tahun 2007. Jumlah kabupaten yang menganggarkan dana untuk masalah ini pun meningkat dari 43 kabupaten pada tahun 2005 menjadi 86 kabupaten di tahun 2007.(tnr,ivi)