Perampok Tewas Dihakimi Massa

Satu Sekarat Ditembak Polisi

TEMBILAHAN-Toni (28) kawanan perampok yang menggasak rumah Rusman Ahmad, kepala Sekolah Dasar (SD) 003 Desa Bayas Jaya, Dusun Sei Rabit, Kecamatan Tempuling, Jumat (20/6) lalu akhirnya tewas meregang nyawa setelah dihakimi massa. Sementara satu rekannya Zakfar Siddik (42) harus rela tubuhnya ditembus timah panas Polisi karena berusaha melawan. Kapolres Indragiri Hilir AKBP Marudut Hutabarat didampingi Wakapolres Inhil Kompol Suratno SIK kepada Riau Mandiri, Minggu (22/6) menjelaskan, kawanan perampok yang diduga berjumlah 5 orang itu mendatangi warung merangkap rumah Rusman pada Jumat (20/6) sekitar pukul 21.30 wIB. Kelima orang tak dikenal itu berpura–pura ingin belanja layaknya warga yang biasa berbelanja ke warungnya, ternyata berniat tidak baik ingin merampoknya. Rosman dan seluruh anggota keluarganya disekap disertai ancaman. Sementara rekannya yang lain mengamati situasi dari luar karena kebetulan di sekitar TKP dalam keadaan sepi.

Kawanan perampok tersebut memaksa korbannya menunjukkan dimana uang disimpan dan juga perhiasan. Karena di bawah ancaman keluarga guru itu pun menyerahkan harta benda mereka. Malam itu perampok berhasil membawa kabur dan rokok berbagai merk serta reciver TV yang disikat komplotan diperkirakan berjumlah lima orang itu. Belum puas dengan uang kontan Rp10 juta dan perhiasan emas 11,5 mayam, reciver tv yang sedang hidup di rumah itu ikut dicabut dan dibawa kabur beserta beberapa slop rokok dari warung Rosman di tengah kegelapan malam. Begitu mereka keluar dari pekarangan rumah Rusman, korban pun berteriak maling dan minta tolong. Teriakan tersebut ternyata mengundang perhatian penduduk desa dengan waktu singkat warga berdatangan dan melakukan pengejaran ke berbagai arah. Warga yang melihat ada 4 unit sepeda motor yang diparkir tidak jauh dari TKP, semakin mengundang kecurigakan karena setelah dicek 4 sepeda motor itu bukanlah milik penduduk Desa Bayas Jaya. Sepeda motor itupun dijaga dan diamankan karena diyakini para pelaku masih berada di sekitar TKP, sebab ketika diteriaki rampok oleh korban mereka kabur berpencar menyelamatkan diri masing masing sehingga pencarian secara beramai-ramaipun diintensifkan. Pada Sabtu (21/6) sekitar pukul 01.15 WIB, Toni tertangkap di persembunyian setelah dilakukan pengepungan beberapa jam. Warga pun tanpa ampun menyeret dan memukulinya karena sudah terlanjur jengkel. Tangan Toni pun diamputasi secara paksa pada pergelangan kiri dan jari kananpun ikut dipotong. Belum puas dengan pemotongan jari dan tangan, bahu Toni juga dibacok.

Beruntung petugas Babinkamtibmas (Polpos) cepat melerai dan meredam emosi massa dan mengontak Polsek Tempuling. Saat itu juga anggota dari Mapolsek yang dipimpin Kapolsek Tempuling AKP Yanto langsung turun ke lokasi dan mengamankan tersangka Toni dan melarikannya ke RS Puri Husada Tembilahan pagi itu juga. Toni akhirnya tidak bisa diselamatkan karena luka serius yang bersarang di tubuh laki–laki paruh baya itu hingga akhirnya dia menghembuskan nafas terakhir di RS Puri Husada Tembilahan pada Sabtu pukul 17.00 WIB. Sampai Minggu Sore mayat Toni masih terbujur kaku di Ruang Mayat RS Puri Husada karena belum dijemput keluarganya.

Dipancing SMS
Sebuah handphone (hp) milik Toni yang diamankan kepolisian membuka tabir sindikat perampokan tersebut. Dari HP yang diamankan saat dia dihakimi massa dijadikan untuk memancing rekan-rekanya keluar dari persembunyiannya. Polisi yang mencoba menghubungi Sidik Zafar (42) melalui SMS dari HP Toni tersebut, meminta dijemput di suatu tempat ternyata cukup ampuh. Polisi pun membuat skenario penjemputan di sebuah sawmill warga di Desa Mumpa Kecamatan Tempuling . Pada Sabtu (21/6) sekitar pukul 14.00 WIB, Zafar datang bersama Udin dari Sungai Indragiri dengan sebuah pompong untuk menjemput Toni. Penyergapan pun dilakukan, namun sayang sekali Zafar bukan menyerah ketika dia sadar bahwa di lokasi penjemputan itu tidak ada Toni. Permintaan untuk menyerahkan diri ternyata tidak diindahkan, Zafar malah agresif melakukan perlawanan dengan sebilah parang panjang.

Melihat gelagat tersangka yang membahayakan, anggota Polsek Tempuling langsung memuntahkan timah panas sehingga memembus bagian punggung Zafar. Sampai minggu kemarin ia belum sadarkan diri di RS Puri Husada Tembilahan. Sedangkan rekannya Udin, menurut Wakapolres yang dihubungi Riau Mandiri masih dalam pemeriksaan, apakah dia ikut sebagai pelaku atau hanya dia bersama pompong yang mereka bawa dicarter (disewa) oleh Zafar

“Masih dalam tahap pemeriksaan di Mapolsek Tempuling. Untuk sementara BB berupa 4 Unit sepeda motor,hp,parang panjang telah diamankan. Sementara uang tunai dan perhiasan emas masih dibawa rekan mereka yang kabur,” kata Wakapolres. (par)

This entry was posted in Indragiri Hilir. Bookmark the permalink.

Comments are closed.