JAKARTA- Kontras menilai penahanan Ferry Yuliantono dan pencopotan Rizal Ramly sebagai Komisaris Utama PT Semen Gresik bernuansa politis. Pasalnya, tidak ada bukti yuridis yang secara jelas menunjukkan keterkaitan sikap politik mereka dengan kekerasan yang terjadi dalam sejumlah aksi unjuk rasa belakangan ini.”Pemerintah seharusnya proporsional melihat masalah dan perlu menjelaskan dengan bukti bahwa kekerasan dalam demo itu memiliki koneksi langsung dengan ekspresi sikap politik mereka,” kata koordinator Kontras Usman Hamid kepada Media Indonesia di Jakarta, Minggu (29/6). Menurutnya, penahanan Ferry dan pencopotan Rizal menunjukkan sikap yang tidak elok dari pemerintah. Usman juga mengkritik Badan Intelijen Negara (BIN) yang memberikan masukan untuk penahanan Ferry.
“Peran intel seharusnya diarahkan pada upaya pencegahan strategis dari pada merespon tindakan-tindakan figur individu, kelompok, dan organisasi tertentu yang berseberangan dengan kepentingan politis pemerintah,” katanya. Kontras juga meminta kejelaskan dari fungsi intel BIN bagi kepentingan negara. Pasalnya, ujar Usman, BIN jika mendapat info intelijen terkait kerusuhan seharusnya dilaporkan kepada Presiden lewat Kapolri. “Jangan gembar-gembor ke publik untuk menjatuhkan lawan politik pemerintah,” sesalnya.(mio,ivi)