Wan Abubakar Terancam Gagal



Koalisi dengan PKS Belum Final

PEKANBARU-Nasib Wan Abubakar, calon gubernur Riau dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di ujung tanduk. Wan terancam tidak dapat mencalonkan diri pada pemilihan gubernur Riau (Pilgubri) karena hingga kini koalisi PPP dengan PKS belum juga final. Sementara pendaftaran calon di Komisi Pemilihan Umum Riau akan ditutup besok (Selasa, red). Berarti Wan hanya memiliki waktu 2 hari lagi untuk mendaftar. Belum adanya kepastian koalisi antara PPP dengan PKS, disampaikan Koordinator Media Pilkada PKS Riau, Hasyim Aliwa, Minggu (29/6). Menurut Hasyim, hingga saat ini Wan Abubakar belum mendapatkan dukungan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP kepada PKS.

“Buktinya hingga rekomendasi DPW dan DPP PPP belum juga diserahkan Wan ke PKS. Kita tidak mau dukung mendukung gitu saja, kalau tidak ada dukungan dari partainya,” kata Hasyim kepada Riau Mandiri ketika ditemui pada acara sunatan massal 56 anak kurang mampu di perumahan Chantika Permai, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Dikatakan Hasyim, PKS tidak ingin calon gubernur yang didukung di Pilgubri ternyata tidak mendapat dukungan dari partainya sendiri. Ketika ditanyakan kepada Hasyim, tentang arah perahu PKS, jika komunikasi dengan Wan tidak deal? Hasyim menjawab, kalau memang PKS aman untuk mendukung Rusli, kenapa tidak dilakukan. Namun hal itu mesti melalui pembahasan di internal PKS terlebih dahulu.

Terkejut
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPW PPP Riau, Azwir Alimudin, ketika dikonfirmasi menyangkal bahwa, Wan Abubakar tidak mendapatkan dukungan dari DPW dan DPP PPP. “Sudah sekitar dua minggu lalu, kita serahkan dukungan itu, kalau itu alasan PKS berarti alasan yang dibuat-buat,” kata Azwir Alimudin yang mengaku terkejut dengan sikap PKS.

Azwir juga mengatakan, semua syarat yang diminta PKS sudah disanggupi PPP, termasuk syarat membawa kader PKS untuk menjadi calon wakil gubernur (cawagub) untuk berdampingan dengan Wan. Namun ketika ditanya mengenai kesepakatan biaya Pilgubri antara PPP dan PKS, Azwir menolak menjawab. “Saya tidak tahu itu,” kata Azwir. Ia hanya mengatakan, usaha yang dilakukannya bersama-sama dengan rekan-rekan di PPP untuk mendukung Wan Abubakar maju bersama kader PKS sudah maksimal. Selebihnya Azwir menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan DPP PPP untuk melakukan komunikasi politik dengan PKS. “Saya rasa usaha kami sudah cukup maksimal di daerah, selebihnya kami serahkan ke DPP,” ucap Azwir. (ibu)


eXTReMe Tracker