Berlantai Tanah, Beratap Nipah

PEKANBARU-Ketika melakukan pendataan terhadap rumah tidak layak huni di Kota Dumai, petugas lapangan Masyarakat Peduli Perumahan dan Permukiman Indonesia (MP3I) Riau menemukan rumah sangat tidak layak huni. Pemilik rumah tersebut Ibu Temah (46) seorang janda warga Jalan Kenanga Gg. Kenanga, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Dumai yang ditemui Yanti, petugas lapangan MP3I.”Rumah yang sangat tidak layak huni dan memprihatinkan yang saya temukan selama bertugas sebagai pendata lapangan di Dumai itu adalah rumah Ibu Temah. Mudah-mudahan MP3I nantinya dapat mencarikan jalan keluarnya,”ujar Yanti yang juga alumni Universitas Andalas Padang didampingi pengurus MP3I Riau Fatmawati, Senin (1/7).

Kondisi rumah Ibu Temah yang luasnya hanya 20 M2 sejak dibangun sampai sekarang belum pernah tersentuh semen atau batu, baik pada lantai maupun dinding rumahnya. Hati siapa dan pejabat mana yang tidak terenyuh hatinya saat melihat kondisi rumah Ibu Temah yang hingga kini masih berlantai tanah dan berdinding nipah.

Sumur tanah yang berusia tua turut menghiasi bagian belakang rumahnya. Demikian juga WC dan tempat mencuci sangat sederhana dan jauh dari kondisi sempurna. Guna memenuhi penerangan rumahnya yang tidak ada ruangan itu, Ibu Temah mencantol listrik dari rumah tetangga. Di rumah itulah Ibu Temah tinggal bersama seorang cucunya mengukir hidup dengan berbagai cerita penuh kenastapaan. Betapa tidak, dalam mencukupi kebutuhan sehari harinya Ibu Temah hanya mengandalkan hasil mencuci dari rumah ke rumah yang sejak lama ditekuninya.

Dana Bergulir
MP3I melakukan pendataan terhadap rumah tidak layak huni di Provinsi Riau guna mengupayakan perolehan dana program bantuan swadaya bergulir dari Kementerian Perumahan Rakyat RI. Pendataan menurunkan tenaga lapangan ke lima kabupaten/kota di Riau termasuk ke Kota Dumai.

Tujuan pendataan yang dilakukan MP3I untuk membantu masyarakat tidak mampu yang kondisi rumahnya masih tergolong rumah tidak layak huni. “Pendataan ini sebagai langkah dan upaya kita untuk mendapatkan dana program bantuan swadaya bergulir serta dana DAK Perumahan 2009 dari Kementerian Perumahan Rakyat,” kata Ketua MP3I Riau, Estika Dewi Darwis.

Setelah data rumah tidak layak huni terkumpul, kata Estika Dewi, pihaknya bersama pihak Pemprov Riau akan membawa data rumah tidak layak huni ke pusat untuk menjemput dana alokasi khusus (DAK) perumahanan tahun 2009 serta dana program bantuan swadaya bergulir di Kementerian Perumahan Rakyat RI.(bin)

Incoming search terms:

  • program rumah layak huni kota dumai
This entry was posted in Pekanbaru. Bookmark the permalink.

Comments are closed.