Dari 56 CCTV Hanya 4 Berfungsi



Proyek Miliaran Rupiah Mubazir

PEKANBARU-Ketua Tim Penilai Wahana Tata Nugraha (ketertiban berlalu lintas) yang juga Kasub Jaringan Transportasi Jalan Departemen Perhubungan Firdaus Rasyad, mengaku sangat menyayangkan, karena dari 56 CCTV yang dipasang Pemko Pekanbaru di 56 titi, hanya 4 yang berfungsi. “Kami dari tim penilai WTN sudah melakukan pantauan ke lapangan secara diam-diam, ternyata hanya 4 yang berfungsi. Sebenarnya kita sangat memberikan apresiasi terhadap Kota Pekanbaru, karena sudah memiliki CCTV, namun sayangnya barang mahal itu dibiarkan mubazir,” kata Firdaus Rasyad, di kantor Walikota Pekanbaru, akhir pekan lalu. Pakar teknologi informasi yang juga Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Riau Ridwan, juga sangat menyayangkan, kalau hanya memang hanya 4 dari 56 CCTV yang berfungsi.

Ridwan menilai, perencanaan pembangunan CCTV di Kota Pekanbaru tidak melalui perencanaan yang matang, sehingga proyek yang nilainya miliaran Rupiah tersebut jadi mubazir. “Kita melihat dari segi teknis,pemasangan kamera CCTV ini, termasuk pemasangan radionya, terkesan asal-asalan, sebab hanya menumpang di tiang listrik atau tiang telepon,” ujar Ridwan. Seharusnya, kamera dan radionya ini diletakkan di sebuah tiang khusus, sehingga dapat memonitor dengan jelas, tidak seperti sekarang ini. “Sekarang ini, secara umum kamera ini tidak diletakkan pada posisi yang pas atau tidak benar. Akibatnya tidak bisa berfungsi secara maksimal. Seharusnya, CCTV itu punya tiang sendiri, lihat saja di Jakarta,” ujarnya. Dikatakannya, kalau CCTV ini bisa berfungsi maksimal, manfaatnya sangat banyak, terutama untuk keamanan lingkungan. “Yang paling utama adalah untuk keamanan. Kemudian untuk kontrol sesuai dengan kebutuhan, apakah untuk memantau titik banjir, masalah-masakah sosial, termasuk pengaturan lalu lintas, karena bisa diketahui titik-titik macet,” terangnya.

“Kalau ternyata sekarang ini hanya 4 yang berfungsi, tentu sangat disayangkan, berarti proyek yang nilainya miliaran tersebut jadi mubazir,” sambungnya.

Akui
Kadishub Pekanbaru Pria Budi, ketika dikonfirmasi pada saat penyampaian catatan lapangan tim WTN di kantor Walikota beberapa hari lalu, mengakui banyaknya CCTV yang tidak berfungsi.

“Yang namanya peralatan biasalah troble, tapi itu akan kita perbaiki. Masalah CCTV ini masih tanggung jawab rekanan, jadi apabila ada kerusakan, masih menjadi tanggung jawab rekanan memperbaikinya,” kata Pria Budi. (hai)


eXTReMe Tracker