Kades Rohul Pukul Kades Kampar



Gara-gara Plang Nama dan Spanduk

BANGKINANG-Kepala Desa Muara Intan Tapung Hulu bentukan Pemkab Kampar, Sumardi dipukul oleh Kepala Desa Muara Intan versi Pemkab Rohul, Nalisman, S.Sos di depan rumah korban, Rabu (16/7). Kapolres Kampar AKBP H. MZ Muttaqien, S.H.Sik ketika dikonfirmasi Riau Mandiri membenarkan penganiyaan tersebut. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolres Rohul dalam menangani perkara itu. ”Kita tidak tangani domain politiknya, akan tetapi tindak pidananya,” katanya. Sementara Kapolsek Tapung Hulu ketika dihubungi melalui telepon juga membenarkan kejadian pemukulan yang menimpa Kades Muara Intan bentukan Pemkab Kampar itu. Menurutnya, sekitar pukul 11.00 WIB telah terjadi tindak pidana penganiayaan di halaman rumah Sumardi. Kejadian itu berawal ketika korban berada di depan rumahnya, tiba-tiba didatangi Nalisman serta seorang berinisial BD. Sempat terjadi dialog antara keduanya yang mempermasalahkan tentang perkembangan desa.

Berdasarkan keterangan saksi mata bahwa pelaku emosi dan melakukan pemukulan bersama BD terhadap Sumardi sehingga mengakibatkan luka lecet di bagian wajah korban. Sementara leher dan bagian kepala kiri korban sebelah belakang bengkak. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Tapung Hulu untuk diambil visumnya serta pengumpulan keterangan dari saksi. Salah seorang kepala desa bentukan Kampar yang enggan namanya ditulis mengatakan, kejadian itu bersamaan dengan kegiatan sosialisasi KPUD Riau yang dilakukan Makmur Hendrik di Desa Rimbo Makmur. Nalisman mendatangi rumah Sumardi dan menyuruhnya menurunkan plang nama kepala desa dan sebuah spanduk yang isinya, masyarakat Muara Intan mendukung dikeluarkannya Permendagri nomor 136 dan pelaksanaan Pilgubri di lima desa ditangani Kampar. Mereka juga menyatakan komitmennya bergabung ke Kampar.

Keinginan Nalisman itu tidak diindahkan Sumardi sehingga terjadi keributan yang berujung pada penganiayaan. Mendapat laporan kejadian tersebut, Kapolsek Tapung Hulu dan Kapolsek Kunto Darussalam (Rohul) langsung menuju TKP guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Sementara Nalisman ketika dihubungi tadi malam handphonennya tidak aktif. “Maaf nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi.” (dom)


eXTReMe Tracker