PEKANBARU-Seiring diberlakukannya pemadaman listrik bergilir di willayah Indonesia akhir-akhir ini, khususnya di Perovinsi Riau, yang berdampak kepada kerugian bagi dunia usaha di Riau. Selain itu, ketentuan tarif yang ditetapkan PLN selama ini memberatkan dunia usaha di daerah ini. Agar persoalan ini tidak belarut-larut, perlu dicarikan solusi terbaiknya. Sehingga nantinya bisa mempercekil terjadiya kerugian. Salah satu solusinya adalah, para pelaku dunia usaha dan PLN wilayah Riau sepakat mendukung program hemat energi sebagai upaya menanggulangi krisis energi secara nasional.Kesepakatan tersebut merupakan hasil dalam rapat konsolidasi dan dialog antara Kadin dengan PLN, Rabu (16/7) kemarin, di kantor Kadin Riau.Pertemuan tersebut dihadiri langsung General Manager PLN Riau-Kepri, Robert, juga dihadiri Ketua Kadin Riau, Arsyadjuliandi Rahman dan berbagai asosiasi di bawah naungan Kadin seperti PHRI, Apkomindo, Asosiasi Pusat Belanja, Asosiasi Media Iklan Luar Ruangan dan lainnya, Dalam pertemuan yang dimulai pukul 13.0 wib tersebut, PLN maupun Kadin masing-masing mengemukakan berbagai permasalahan yang dihadapi. Kadin mengeluhkan mengenai kerugian pengusaha akibat pemadaman listrik bergilir menghasilkan kesepakatan.
Usai pertemuan Direktur Eksekutif Kadin Riau, Herwan menyebutkan, Kadin dan PLN bersepakat membentuk Forum Hemat Listrik (FHL) yang akan dibentuk awal Agustus mendatang. Forum tersebut merupakan tindaklanjut dari forum yang dibentuk di Jabar tahun lalu. “Paling tidak mereka berikan komitmen tentang hal yang dibutuhkan pengusaha. Seperti ketentuan tarif yang selama ini memberatkan, dengan kondisi seperti sekarang dunia usaha merasa terbebani dengan tarif listrik,” kata Herwan.
Sementara itu Robert menjelaskan, keberadaan forum hemat listrik ini sebagai bentuk sosialisai kepada masyarakat bagaimana cara berhemat listrik yang dapat mengurangi beban biaya perusahan. Seperti pengaturan penggunaan listrik diperkatoran, mall dan pusat perbelanjaan. Lampu Jalan dan Taman “Teknisnya seperti, bagaimana dunia usaha mampu mengatur pola operasional eskalator dan lift. Memadamkan listrik pada tempat yang tidak diperlukan, juga bisa dilakukan dengan menseting suhu AC untuk dapat menghemat listrik,”kata Robert.
Disisi lain, Robert mengatakan, pemadaman bergilir yang tidak teratur sering disebabkan menurunya beban listrik pada saat pemadaman dilakukan. Dan sebaliknya, ketika pada jadwal pemadaman, beban listrik naik sehingga listrik harus dipadamkan tak sesuai jadwal. Untuk itu, PLN berencana akan melakukan koordinasi dengan Pemda setempat agar dapat melakukan pemadaman sebagian lampu jalan dan taman. Sebab selama ini beban listrik yang tidak perlu seperti lampu jalan dan taman dinilai pemborosan.
“Seharusnya pemerintah juga ikut dalam dialog seperti ini, karena dengan mematikan sebagian lampu jalan dapat menghemat banyak energi. Bahkan mampu mengalirkan listrik pada ribuan rumah penduduk berkapasitas 450 VA sampai 900 VA,”ucapnya. Ditanya mengenai rencana class action, Herwan mengatakan pihaknya akan terus melanjutkan gugatan mereka pada PLN. “Itu memang sudah keputusan kita untuk lakukan gugatan. Tapi yang terpenting, bagaimana kita mulai hari ini (kemarin, red) buat forum hemat energi dalam sosialisai dan edukasi kepada masyarakat dan dunia usaha khususnya,”imbuh Herwan.(vit)