Soal SKB 5 Manteri
JAKARTA-Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa menganggap Surat Keputusan Bersama (SKB) Lima menteri sudah tepat, meskipun dirinya pesimis pemerintah akan dapat merealisasikannya. “Masak perusahaan barang-barang konsumsi harus dibatasi, itu kan bisa menggangu kinerja mereka. Apalagi jika diganti pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu, pertanyaannya apakah itu bisa dihitung lembur?” ujar Erwin yang juga Presiden Direktur Bosowa Group ini di Jakarta, Minggu (27/7).
Dia mencontohkan, sebuah mal harus dibatasi penggunaan listriknya mulai pukul 17.00-22.00 WIB. Padahal itu adalah jam ramai (peak hour) sebuah pusat perbelanjaan. Di samping itu dia mengharapkan pemerintah segera memikirkan alternatif pemecahan masalah dari SKB. Dia juga mengimbau agar sosialisasi peraturan ini tidak hanya di perkotaan saja, melainkan sampai ke pelosok Nusantara. “Apalagi jika melihat usaha pemerintah untuk membangun pembangkit listrik alternatif masih terbentur masalah dana yang belum cair,” tambahnya. (okz,tdb)