PEKANBARU – Pemadaman bergilir yang dilakukan PLN wilayah Riau sejak Mei lalu menjadi kambing hitam bagi Pertamina Wilayah II Pekanbaru terhadap kekosongan BBM di SPBU akhir-akhir ini. Pertamina menilai kekosongan tersebut disebabkan banyak masyarakat membeli BBM untuk kebutuhan genset. Hal itu dilontarkan Wira Penjualan BBM Pertamina UP II Pekanbaru, Enzo Kurnia saat ditemui, Jumat (1/8). Klaim tersebut dikata Enzo setelah pihak pertamina melakukan survey di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru dan sejumlah daerah lainnya. Dalam survey terlihat banyak pembeli yang mengunakan jerigen untuk membeli BBM. Hal inilah yang menyebabkan pengurangan pasokan BBM bersubsidi di SPBU.”Biasanya pasokan BBM di SPBU bisa memenuhi kebutuhan masyarakat untuk satu hari, dengan pemadaman bergilir yang dilakukan PLN, stok BBM sering kosong,”kata Enzo. Enzo mengaku, kendati kebutuhan BBM di SPBU meningkat, namun sejauh ini pihaknya belum memiliki data pasti mengenai jumlah kebutuhan BBM akibat pemadaman bergilir. Secara umum, penyaluran BBM di SPBU sejak 2007 dan alokasi tahun ini tetap normal dengan kata lain tak ada pengurangan jumlah pasokan.
“Pertamina sudah menyurati SPBU-SPBU agar tidak melayani pembelian dengan menggunakan jerigen. Kecuali ada izin dari Disperindag Riau. Tapi diakui memang ada masyarakat yang membeli BBM dengan jerigen ukuran lima liter,” ujarnya. Dia memastikan pembelian itu hanya digunakan untuk kebutuhan genset, mengingat intensitas pemadaman bergilir masih terus berlanjut. “Anda bisa lihat di setiap SPBU ada saja masyarakat yang membeli BBM dengan jerigen. Kita tak bisa batasi, karena itu hanya untuk digunakan pribadi. Lagi pula tidak ada aturan pengecualian larangan pembelian jerigen dengan ukuran kecil,” tukasnya.
Enzo juga menambahkan bahwa untuk pelanggaran yang terjadi oleh SPBU selama ini pertamina sudah proaktif dengan melayangkan surat tegoran yang jumlahnya banyak, 4 diantaranya selama tahun 2008 pernah mendapatkan skorsing tidak boleh operasional selama sebulan .Meski sejauh ini belum ada SPBU yang dibekukan akibat pelanggaran tersebut “Keempat SPBU itu saat ini sudah mulai operasional kembali, kita skorsing selama sebulan,” katanya singkat tampa mau menyebutkan lokasi SPBU dimaksud.(vit)