Indonesia Tantang Myanmar di Final

Malaysia- Indonesia akhirnya berhasil menepakkan kakinya ke final turnamen Merdeka Games Malaysia.Sukses ini setelah di laga terakhir menghentikan tim kuat Thailand, 1-0, di stadion Shah Alam Malayis, Minggu (27/8). Kemenangan tersebut membawa tim asuhan Peter Withe itu mengantoni nilai lima hasil dua kali imbang atas Malaysia (1-1) dan Myanmar (0-0) dan satu kali menang atas Thailand.

Di final tim Merah-putih akan bertemu Myanmar, yang berhasil mengalahkan Malaysia 2-1. Myanmar melaju setelah berhasil mengumpulkan lima poin dari hasil dua kali seri. Dipertandingan perdana mereka berhasil menahan imbang 2-2 Thailand dan kemudian bermain tanpa gol dengan Indonesia serta mengalahkan tuan rumah 2-1.

Indonesia, yang bermain dipertandingan pertama dan berambisi harus menang guna menapakkan kakinya ke final, langsung menekan sejak wasit memulai pertandingan. Peluang pertama pun langsung didapat ketika Bambang Pamungkas menyongsong umpan silang Atep di depan gawang lawan. Sayang sundulannya masih melebar ke kanan gawang Thailand. Setelah peluang itu, justru pasukan asuhan Chanvit Phalajivin yang lebih banyak menguasai bola dan beberapa kali membahayakan gawang Jendri Pitoy. Kiper Persipura Jayapura itu tampil cemerlang dan pada babak pertama tercatat tiga kali mampu mementahkan peluang emas yang diperoleh Teeratep Winothai dkk.

Saat Thailand asyik menyerang itu datang serangan balik dari Indonesia yang berbuah tendangan penjuru di sisi kanan pada menit 27. Pemain sayap kanan asal Persija Jakarta, Atep, melepas tendangan penjuru menyusur tanah ke kotak penalti. Bek Thailand gagal menghalau bola yang kemudian langsung disambar oleh kaki kanan Bayu dan menembus gawang Narit Taweekul.

Skuad Merah-Putih unggul 1-0. Setelah tertinggal, Thailand meningkatkan serangan mereka dan berhasil menjebol gawang Jendri pada menit 34. Namun gol tersebut dianulir karena Jakkrit Bunkham terperangkap offside. Pada babak kedua, kedua tim tetap menampilkan permainan menyerang dan membuahkan beberapa peluang, tetapi tidak satu pun yang bisa membuahkan gol. Peluang terbaik Thailand untuk menyamakan kedudukan didapat pemain pengganti Tana Chanabut, namun tendangannya masih membentur tiang gawang. Kedudukan 1-0 bertahan hingga peluit akhir.

“Kami sangat gembira dan bersyukur atas kemenangan ini. Apalagi sudah lama Indonesia selalu kalah jika berhadapan dengan Thailand,” kata manajer timnas senior Andi Darussalam Tabusala saat dihubungi di Malaysia. “Tidak ada perbedaan cara bermain anak-anak hari ini dengan dua pertandingan sebelumnya, hanya saja kali ini kami bisa mendapat hasil maksimal,” lanjutnya. Pada pertandingan itu tampak beberapa kali Atep melepas tendangan penjuru menyusur tanah, tidak melambung seperti biasanya. “Peter Withe memang merancang ‘set-piece’ seperti itu dan ternyata latihan yang dilakukan berbuah gol Bayu tadi,” ungkapnya. Meski menang, direktur eksekutif Badan Liga Indonesia (BLI) itu mengakui bahwa Thailand sebenarnya lebih menguasai permainan dan lini belakang Indonesia yang dikomandoi Maman Abdurahman kerap keteteran dalam adu sprint dengan lawan.

“Kami menyadari bahwa fisik masih menjadi masalah utama tim ini tetapi kami yakin bisa segera memperbaikinya,” tukasnya. Mengenai pertandingan final nanti, timnas berjanji akan bermain habis-habisan untuk menjadi yang terbaik. “Saya akan menjaga agar mereka tidak terbuai dengan kemenangan ini dan tetap fokus untuk pertandingan final nanti,” tegas Andi.bbc,ant,sad

This entry was posted in Skor. Bookmark the permalink.

Comments are closed.