Komisaris Tetap Pertahankan Heru
PEKANBARU-Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diminta melakukan audit menyeluruh terhadap BUMD PT Riau Airlines (RAL). Permintaan ini didasarkan dugaan adanya konspirasi antara Dewan Komisaris RAL dengan Direktur Utama RAL Heru Nurhayadi. Dugaan ini muncul karena Komisaris RAL hingga kini tetap mepertahankan Heru sebagai Dirut RAL, padahal semua karyawan perusahan penerbangan tersebut telah melakukan mosi tak percaya terhadap Heru. Selain itu, juga telah mencuat dugaan penyuapan Heru terhadap Pihak Departemen Perhubungan melalui istri Dirjen Dephub.
Permintaan audit kepada BPK dan dugaan konspirasi antara Komisaris RAL dengan Heru, dilontarkan Wakil Ketua Komisi B DPRD Riau AB Purba dan anggota Komisi B DPRD Riau Nurdin, secara terpisah, akhir pekan lalu. “Dengan tetap dipertahankannya Heru sebagai Dirut RAL, padahal sudah dinyatakan gagal memimpin RAL sehingga operasonal RAL dibekukan sementara oleh Dephub, menunjukkan adanya indikasi konspirasi dan permainan antara Komisaris dengan Heru. Atas kecurigaan tersebut, kita meminta BPK melakukan audit secara menyeluruh terhadap RAL,” kata AB Purba. Dikatakan AB Purba, menurut informasi, salah satu celah konspirasi yang berpotensi korupsi terjadi pada perebutan pengadaan spare park (suku cadang) pesawat yang setiap itemnya senilai ratusan juta bahkan sampai miliaran rupiah. “Ada juga indikasi dan dugaan konpirasi terkait fee pembelian sejumlah pesawat. Kemungkinan karena dugaan konspirasi itulah, maka hingga kini Heru dipertahankan sebagai Dirut RAL,” ujar anggota Fraksi PDIP DPRD Riau itu.
AB Purba menegaskan, salah satu langkah untuk menyelamatkan RAL dari Kehancuran adalah dengan mengganti Dirut perusahaan penerbangan milik Pemprov Riau itu. “Heru Nurhayadi itu harus diberhentikan,” tegasnya. Sementara anggota Komisi B Nurdin, mengaku, tidak habis pikir dengan sikap Dewan Komisaris RAL yang ngotot mempertahankan Heru. “Komisaris sepertinya lebih memikirkan Heru dari pada upaya menyelematkan RAL. Jika kondisi ini tak segera diselesaikan dengan memberhentikan Dirut, maka akan menjadi preseden buruk ke de pannya,” kata Nurdin.
Informasi yang dirangkum Riau Mandiri dari bagian teknisi RAL, tak tertutup kemungkinan PT RAL bakal lumpuh lebih lama, sebab dengan vakumnya penerbangan akan membuat teknisi pindah ke penerbangan lain. “Untuk mengumpulkan kembali tim teknisi itu sulit dan waktunya lama. Selain itu, harus dilatih lagi. Paling cepat, enam bulan baru bisa siap,” kata sumber yang minta namanya tak disebutkan.(yon)