Heran, Riau tidak Sekaya SDA-nya



Siswa KKDN Sesko TNI Dialog dengan Sekda

PEKANBARU-Melihat Riau seperti jauh api dari panggang. Itulah pertanyaan yang muncul dari puluhan perwira menengah TNI saat dialog dengan Plt Sekda Riau, Herliyan Saleh. Mereka heran kenapa Riau sebagai daerah yang kaya raya akan sumber daya alamnya, tapi infrastruktur dan masyarakatnya sangat memprihatinkan. Puluhan perwira tersebut merupakan peserta KKDN/Hanwil atau Kursus Kerja Dalam Negeri dan Pertahanan Wilayah Susreg XXXV Sekolah Staf Komando (Sesko) TNI 2008. Jumlah KKDN yang hadir sebanyak 23 orang merupakan perwira menengah dari berbagai asis TNI AD, AL, dan AU, juga ada dari pasis luar negeri seperti dari Amerika Serikat. Ditambah 8 orang yang merupakan rombongan dari Sesko TNI.

Selain mengadakan kunjungan silaturahmi, rombongan KKDN yang dikomandoi Brigjen TNI Jamhur Suasan S.Sos dan Brigjen TNI Bakli T Tarigan bertujuan melakukan dialog dan diskusi seputar daerah Riau. Acara sendiri berlangsung di Aula kantor Gubernur, Senin (4/8). Rombongan disambut Plt Sekdaprov Herliyan Saleh beserta satuan kerja yang ada di jajaran Pemprov. Di antara pertanyaan yang dilontarkan para peserta adalah tentang kondisi ril lapangan dari informasi yang mereka terima, dimana kondisi ril Riau tidak sejalan dengan kekayaan alam dan APBD yang mereka miliki. “Kenapa APBD dan APBN yang diterima banyak, tapi kok kenapa jalannya masih rusak,” tanya salah seorang peserta. Herliyan Saleh menjelaskan apa yang didapat Riau selama ini tidak seperti yang dibayangkan.

Kendati sebagai salah satu provinsi penghasil minyak terbesar, namun setakad ini Riau hanya mendapatkan sedikit saja dari persentase DBH yang seharusnya menjadi haknya Riau. Berdasarkan UU Riau seharusnya berhak mendapat 15 persen dari hasil minyak, dan sejauh ini menurut Herliyan, DBH yang diterima dinilai tidak cukup 15 persen. Cara hitung-hitungannya masih dirahasiakan oleh pusat, dan pusat hingga kini masih belum mau buka-bukaan mengenai data dan sistem pembagian dari hasil minyak tersebut. Tentang dana DIPA atau yang bersumber dari pusat untuk daerah, malah jumlah yang didapat Riau cuma setengah dari yang didapat oleh Sumbar yaitu hanya Rp5 triliun, padahal dari segi kontribusi Riau paling banyak. Tak hanya itu kata Herliyan, hingga kini pusat masih belum secara cepat mengabulkan sejumlah permintaan Riau agar mengeluarkan payung hukum untuk kebijakan-kebijakan seperti kawasan industri Dumai, Buton. “Jadi dari sisi apanya yang kaya,?” kata Herliyan kepada peserta.

Sebelumnya Herliyan telah menyampaikan kepada peserta tentang Riau, mulai dari visi misi, letak geografis, kebijakan-kebijakan yang diambil, implementasi program dan perkembangannya dari tahun ke tahun, mulai dari tingkat kemiskinan, kebodohan yang menunjukkan angka penurunan, pertumbuhan ekonomi yang terus naik mencapai 8-10 persen. Pertanyaan lainnya yang diajukan oleh para peserta adalan berapa besar anggaran pendidikan di Riau, jumlah produksi minyak di Riau saat ini, bagi hasil minyak, hingga rencana Pemprov yang akan membangun jembatan penghubung Riau dan Malaka. Semua pertanyaan mampu dijawab dengan singkat oleh Sekda.

Kursus Reguler
Ketua Rombongan Brigjen TNI Jamhur Suhana S.Sos mengatakan bahwa KKDN/Hanwil Susreg XXXV Sesko TNI 2008 merupakan kursus reguler yang dilakukan selama 6 bulan dan diikuti perwira menengah yang rata-rata berpangkat kolonel. Di tahun ini secara keseluruhan peserta Susreg XXXV 2008 diikuti sebanyak 97 orang pasis, dari pasis TNI 87 orang 10 orang lagi berasal dari mancanegara. Pasis TNI terdiri dari TNI AD 39 orang, TNI AL 27 orang, TNI AU 21 orang dan perwira siswa mancanegara dari Amerika, Australia, India, Thailand, Singapura, Nigeria, New Zealand, dan satu orang dari Kamboja berpangkat Brigjen.

“Pendidikan ini khusus diikuti oleh perwira menengah yang disiapkan sebagai calon-calon pemimmpin TNI masa datang,” kata Jamhur Suhana didampingi Dandrem-031/WB Kol. Inf. Syafril Mahyuddin. Untuk kegiatan KKDN/Hanwil 97 orang peserta di atas dibagi kepada empat daerah, masing-masing di Riau, Palembang, Lampung, dan Jambi. Selain melakukan kunjungan para siswa KKDN juga melontarkan sejumlah pertanyaan ke instasi yang dikunjungi untuk menjadi bahan rumusan dan penilaian mereka yang akan diajukan ke pusat.

Jamhur saat ditanya tentang keamanan Riau menilai bahwa sistem pertahanan laut di provinsi ini harus lebih ketat karena berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga. (don)


eXTReMe Tracker