Makam Pejuang Dipindahkan ke TMP Setia Negara



PANGKALANKERINCI - Pemerintah Kabupaten Pelalawan berencana memindahkan makam pejuang ke Taman Makam Pahlawan Setia Negara, Pangkalankerinci. Saat ini diperkirakan ada belasan nama pejuang yang telah gugur dan dimakamkan di sejumlah tempat pemakaman umum. Makam-makam tersebut di antaranya berada di desa-desa dan kecamatan di Kabupaten Pelalawan. Bahkan sebagian lagi terdapat di luar Kabupaten Pelalawan seperti Pekanbaru dan Kampar. Demikian diungkapkan Sekdakab Pelalawan HT Kasroen Haroen, Jumat (8/8).Menurut dia, biaya yang timbul untuk pemindahan tersebut seluruhnya dikeluarkan dari kas daerah. Hanya saja rencana tersebut tidak akan dapat dilaksanakan jika keluarga dan ahli waris tidak merestuinya. Untuk itu Kasroen meminta para ahli waris mengerti dan segera memberikan pernyataan izin tertulis.

‘’Kita minta keluarga dan ahli waris memberikan restu tertulis kepada pemerintah daerah. Bagaimana pun niat baik ini tidak bisa kita laksanakan kalau mereka belum izin. Perlu saya katakan bahwa ini adalah upaya kita untuk menghargai para pahlawan atas jasa-jasa yang tidak ternilai itu. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,'’ ungkap Kasroen.

Dikatakannya, sebagai salah satu pusat perjuangan kemerdekaan di Provinsi Riau, Kabupaten Pelalawan memiliki banyak pejuang yang gugur di medan perang sebagai kusuma bangsa. Namun perhatian pemerintahan di masa lalu belum sempat menyentuh urusan ini. Akibatnya, keberadaan para pejuang tersebut menjelang akhir hayatnya kurang terperhatikan.

Tetapi disaat hasil-hasil pembangunan yang dicapai telah mengangkat kesejahteraan masyarakat secara umum, khususnya di Kabupaten Pelalawan, maka alangkah manisnya kalau pemerintah daerah mulai memperhatikan. ‘’Setidaknya inilah bentuk penghargaan kita kepada mereka, sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal siapa sesungguhnya pahlawan mereka,'’ terangnya.

Kasroen menambahkan, akibat kurangnya mengenalan masyarakat terhadap para pejuang, perlahan lahan bangsa ini dapat melupakan sejarah sendiri. Apalagi saat ini banyak sekali para pahlawan kesiangan yang mengaku paling tahu tentang perjuangan. Padahal, lanjut dia, sebenarnya banyak keturunan pejuang yang hidup dengan kondisi ekonomi memprihatinkan.

‘’Kita tidak ingin menjadi bangsa yang kurang berterimakasih. Sekarang ini banyak anak-anak pejuang kita yang tidak terdeteksi dan hidup serba prihatin. Padahal mereka itu layak diberi perlakuan lebih baik, sebagai penghormatan terhadap leluhurnya,'’ imbuh Kasroen Haroen yang juga keturunan langsung dari Raja Pelalawan, Tengku Said Haroen.

Saat ini Taman Makam Pahlawan Setya Negara Pangkalankerinci baru diisi satu makam pahlawan, yaitu almarhum Tengku Said Nurdin. Sekedar mengingatkan, almarhum adalah seorang pejuang asal Kabupaten Pelalawan yang ikut berperang melawan penjajah sebelum kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Pasca Proklamasi 17 Agustus 1945, T Said Nurdin kembali mengabdikan hidupnya sebagai tentara. Di masa agresi militer Belanda tahun 1947-1948, dia sempat diturunkan ke medan tempur di berbagai daerah di Indonesia. (feb)


eXTReMe Tracker