Koalisi Sepakat Impeach Musharraf

ISLAMABAD - Pakistan memasuki babak baru krisis politik, setelah koalisi berkuasa sepakat memakzulkan (impeach) Presiden Pervez Musharraf. Kesepakatan itu tercapai setelah tiga hari perundingan maraton antara pemimpin koalisi berkuasa Asif Ali Zardari dan mantan Perdana Menteri (PM) Pakistan Nawaz Sharif. Presiden yang merupakan aliansi Amerika Serikat (AS) itu pun membatalkan perjalanan ke China menghadiri pembukaan Olimpiade Beijing 2008 dan digantikan PM Yousuf Raza Gilani.Zardari mengatakan, bulan ini parlemen akan dipanggil untuk memulai proses impeachment tersebut. “Pemimpin koalisi yakin bahwa penting sekali untuk melakukan pemakzulan,” papar duda mendiang PM Pakistan Benazir Bhutto itu dalam konferensi bersama Sharif tadi malam. “Orang ini (Musharraf) telah melakukan penindasan terhadap Pakistan. Itulah alasan mengapa parlemen memutuskan untuk memakzulkan dia,” imbuh Sharif. Menurut pejabat senior koalisi, pemerintahan koalisi dapat memanggil Majelis Nasional atau Majelis Rendah untuk berkumpul pada 11 Agustus dan dapat memulai proses pemakzulan. Saat rencana pemakzulan itu muncul, Musharraf langsung membatalkan kunjungan ke Beijing.

Sumber dari koalisi berkuasa menjelaskan, kesepakatan memakzulkan presiden tercapai ketika Sharif menjamin Zardari bahwa dia akan mendapat dukungan dari sejumlah mantan anggota PML-N yang kini masuk dalam partai pro-Musharraf. “Perekonomian yang dicapai Jenderal Musharraf selama delapan tahun terakhir telah membawa Pakistan ke jurang perekonomian kritis. Dia berusaha menyepelekan transisi demokrasi,” demikian pernyataan gabungan Zardari-Sharif.

Partai koalisi juga sepakat mengembalikan jabatan hakim-hakim yang dipecat Musharraf saat keadaan darurat. Namun belum jelas bagaimana mereka akan dikembalikan lagi ke posisi semula. “Pertemuan akan dilanjutkan pada Jumat (8/8) dan mereka akan mendiskusikan isu-isu terkait untuk promosi jabatan para brigadir dan pejabat senior lain,” ungkap sumber dari partai koalisi.n (okz,mel)

This entry was posted in Internasional. Bookmark the permalink.

Comments are closed.