Dipertanyakan Dana Pokjar Rp1,9 M Belum Cair

BENGKALIS-Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Demokrat (FPKSD) mempertanyakan dana bantuan kelompok belajar PGSD dan SI swadana sebesar Rp1,994 miliar lebih. Padahal dana yang diperuntukkan bagi 997 guru Kabupaten Bengkalis yang mengikuti kelompok pelajar (Pokjar) itu sudah dianggarkan tahun 2007. Demikian diungkapkan jurubicara FPKS-D, Firmansyah Putra, saat paripurna di gedung DPRD Bengkalis baru-baru ini. Menurutnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh guru-guru yang mengikuti program PGSD dan S1. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar, karena tidak selaras dengan upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) seperti yang dicanangkan Pemkab Bengkalis. “Dana sudah dianggarkan pada tahun 2007 lalu, tapi mengapa kok tidak dicairkan juga,” ujarnya.Tidak hanya dana Pokjar PGSD dan S1 swadana, masalah serupa juga terjadi pada alokasi bagi guru bantu pusat sebanyak 26 orang yang dianggarkan pada tahun 2007. Anggaran sebesar Rp168.480.000 juga belum dicairkan. “Kita tidak tahu persis apa persoalannya, kita hanya berharap ada perhatian serius dan evaluasi tentang program pendidikan kita. Kalau hal itu tidak kita lakukan, maka patut dipertanyakan komitmen kita dalam membangun dunia pendidikan di Bengkalis ini,” ungkapnya.

Putra menilai persoalan ini menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara komitmen Pemkab Bengkalis dengan fakta yang ada. Selama ini dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Pemkab Bengkalis senantiasa menempatkan pendidikan sebagai salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus. Sayangnya implementasi di lapangan masih jauh dari apa yang diharapkan, komitmen Pemkab dinilai masih setengah hati. Atas komitmen dan upaya Pemkab Bengkalis membangun dunia pendidikan, DPRD dalam hal ini FKSD sangat-sangat mendukung. Terbukti kata Putra, DPRD Bengkalis ikut mendukung alokasi anggaran yang duperlukan bagi peningkatan dunis pendidikan. “Akan tetapi realisasi di lapangan, sama sekali tidak mencerminkan konsistensi pemerintah daerah dalam mengimplementasikan komitmen yang mulia tersebut,” imbuhnya.

Untuk itu kata Putra, sebelum merancang program pendidikan lainnya Pemkab diharapkan menyelesaikan pekerjaan lama yang masih terbengkalai sehingga tidak menumpuk. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis H. Sa’ari belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan belum dicairkannya dana untuk Pokjar PGSD dan S1 tersebut. Menurut informasi Sa’ari sedang berada di Malang mengantar belasan pelajar Bengkalis yang jadi mahasiswa jemputan di sejumlah universitas di sana. Sementara Kepala Bagian TU H. Erman saat dimintai tanggapan juga mengaku tidak tahu persis dengan persoalan tersebut. Dia menyarankan agar menghubungi langsung Kadis Dikpora.(adi)

This entry was posted in Bengkalis - Rohil. Bookmark the permalink.

Comments are closed.