Dumai Diterjang Puting Beliung



Bangunan Rubuh, Pelayaran Ditunda

DUMAI-Angin puting beliung melanda Kota Dumai, Salasa (12/8) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Bersamaan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XV dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) V tingkat Kota Dumai tahun 2008 yang dipusatkan di halaman Kantor Pelayanan Terpadu (kantor walikota lama). Angin merubuhkan tenda undangan ukuran 8 x 10 meter serta bangunan eks MTQ yang berada di Taman Bukit Gelanggan. Akibatnya, ratusan orang yang hadir panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Angin kencang juga mengakibatkan pelayaran melalui pelabuhan Dumai ditunda.

Angin kencang juga sempat menerpa panggung utama tempat duduk Walikota dan jajaran Muspida. Sejumlah petugas protokoler dan ajudan walikota langsung mencopot kain pelaminan yang menutup bagian belakang panggung utama. Tindakan tersebut dilakukan agar panggung utama tidak ikut rubuh diterpa angin. Melihat kondisi yang tidak memungkinkan, Walikota Dumai H. Zulkifli AS mengambil inisiatif memangkas rangkaian acara yang dilaksanakan. Apalagi saat itu sebagian besar undangan sudah menjauhi lokasi acara. Setelah menyerahkan hadiah, memukul gong dan menggunting balon warna-warni, walikota bergegas masuk ke Kantor Parbudpora yang berada di belakang tenda utama. Pantauan di lapangan, awalnya kegiatan berjalan dengan normal. Namun sekitar 30 menit kegiatan berjalan, tepatnya saat Ketua Panitia yang juga Kadisnakersos Rasidin Siregar menyampaikan kata, gulungan awan hitam tebal menyelimuti langit Kota Dumai.

Kondisi ini awalnya tidak terlalu memancing perhatian undangan. Tepuk tangan berulang kali terdengar saat Rasidin menyampaikan prestasi yang diraih Dumai di tingkat lokal, termasuk penghargaan nasional yang diterima Walikota H. Zulkifli AS dari Pemerintah RI atas keberhasilan menjalankan program keluarga berencana. Kendati tiupan angin kencang mulai dirasakan dan debu mulai beterbangan, namun acara tetap dilanjutkan. Kondisi berubah panik saat pengumuman kelurahan serta warga yang dinilai berprestasi dalam program keluarga berencana. Pasalnya, undangan mendengar bunyi patahan besi tenda yang mereka tempati. Hal ini juga menyebabkan terpal tenda bagian belakang lepas dan berkibar ditiup angin. Saat itu beberapa undangan mulai terlihat meninggalkan tempat duduknya dan mencari posisi aman.

Tidak berapa lama kemudian, kembali terdengar bunyi patahan. Tanpa dikomando, sebagian undangan yang masih bertahan di bawah tenda langsung lari berhamburan. Kondisi yang sama juga terlihat pada sebagian pejabat yang duduk di bawah tenda panggung utama. Kendati Walikota belum beranjak dari tempat duduknya, namun beberapa pejabat terlihat pergi begitu saja. Sementara panitia acara sibuk memindahkan meja serta konsumsi yang rencananya akan dibagikan kepada para undangan. Bersamaan datangnya angin kencang, listrik PLN tiba-tiba padam dan mematikan soundsystem yang ada. Protokoler berusaha menyalakan arus listrik melalui genset. Melihat situasi mulai kacau, walikota memerintahkan protokoler agar segera memanggil para penerima penghargaan untuk berdiri di depan panggung utama.

Di tengah angin kencang, walikota langsung menyerahkan penghargaan sekaligus memukul gong dan melepaskan balon warna-warni. Puluhan balon tersebut tidak sempat terbang ke angkasa karena terbawa angin kencang dan tersangkut di pohon halaman kantor walikota lama. Sementara walikota didampingi sejumlah pejabat bergegas menuju teras kantor Parbudpora. Saat walikota berfoto dengan para warga yang memperoleh penghargaan di teras kantor Parbudpora, tiba-tiba tenda besar yang berada di depan panggung utama rubuh dan menimpa ratusan kursi yang berada di bawahnya. Pemandangan ini mengagetkan undangan dan pejabat yang masih bertahan di sekitar lokasi acara. Apalagi dalam rentang waktu tidak terlalu lama, bangunan semi permanen eks stand pameran MTQ di lapangan Taman Bukit Gelanggang depan kantor walikota lama rubuh rata dengan tanah.

“Untung tidak ada undangan yang duduk di bawah tenda. Anginnya kencang sekali,” ujar Sekdako Dumai H Wan Fauzi kepada Riau Mandiri. Sementara Humas PT IKPP, Nurul Huda yang seyogyanya melakukan penyerahan bibit pohon secara simbolis hanya bisa pasrah menghadapi kondisi cuaca. Kendati begitu pihaknya mengaku tidak terlalu kecewa karena penyerahan secara simbolis hanya bagian dari kegiatan seremonial.

”Tindakan Walikota memangkas rangkaian acara itu sudah tepat, sebab kondisinya tidak memungkinkan lagi. Kendati agenda kita tidak terlaksana, kita tidak terlalu kecewa. Ini hanya seremonial dan yang terpenting adalah program penghijauan tetap dilaksanakan,” ujar Nurul usai berbincang-bincang dengan walikota di dalam ruangan kantor Parbudpora. Pada sisi lain, Kabid Sosial Disnakersos Kota Dumai, Basirun saat dihubungi sore kemarin mengaku pihaknya tengah melakukan pemantauan serta pendataan pasca terjadinya badai yang menerjang Kota Dumai. Sampai sejauh ini pihaknya belum memperoleh laporan terkait jatuhnya korban maupun kerugian materil lainnya. ”Kita masih lakukan pemantauan. Mengenai korban jiwa atau lainnya belum ada laporan yang masuk. Selain itu kita juga minta pihak kelurahan agar melakukan koordinasi jika ada warga mereka yang menjadi korban. Pemantauan kita lakukan hingga 24 jam kedepan,” ujar Basirun.

Tunda Pelayanan
Dari kawasan Pelabuhan Dumai, PT Pelindo selaku pengelola pelabuhan menunda pelayanan pemanduan dua kapal yang akan menuju pelabuhan Dumai. “Akibat angin yang memiliki kecepatan sangat tinggi MT Victory yang akan menuju pelabuhan Dumai dan MT Soutern Atlas yang akan keluar dari pelabuhan Dumai terpaksa ditunda,” ujar Asisten Manajer Bidang Pelayanan Kapal dan Barang Jonedi Ramli, kemarin. Sementara di pelabuhan penumpang, salah satu dari dua ponton tempat sandarnya kapal-kapal mengalami kemiringan akibat diterpa oleh angin yang bertiup kecang, termasuk juga beberapa atap bangunan kanopi menuju pelabuhan penumpang yang berterbangan.

Kepala Adpel Dumai Capt J Napitupulu melalui Kasie Fasilitas Kepelabuhanan Afrion mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan tentang kejadian yang mengakibatkan miringnya ponton. “Kita belum mendapat laporan tentang miringnya ponton tempat sandar kapal penumpang, namun setelah hujan reda kita akan melakukan pengecekan terhadap semua fasilitas kepelabuhanan apakah mengalami sesuatu akibat angin yang bertiup dengan sangat kencang tadi,” ujarnya.

Pelaksana Harian Syahbandar Adpel Dumai Marzuki mengatakan, akibat angin kencang yang terjadi di wilayah Dumai pihaknya langsung memberi imbauan cepat kepada seluruh perusahaan pelayaran untuk menunda keberangkatan kapal dari kawasan pelabuhan Dumai, khususnya bagi kapal-kapal penumpang.

“Kita telah melakukan antisipasi dengan memberi imbauan kepada seluruh perusahaan pelayaran yang ada di Kota Dumai untuk menunda keberangkatan kapal-kapalnya pada hari ini. Namun untuk kapal-kapal penumpang yang telah dizinkan berangkat sebelum angin bertiup dengan kecang beberapa saat lalu, kita sendiri terus melakukan koordinasi dengan pihak Capten kapal melalui pesawat radio,” ujarnya. “Sebagai antisipasi kita dari Adpel Dumai juga langsung melakukan langkah koordinasi dengan pihak Syahbandar yang berada di wilayah pelabuhan Port Klang Malaysia, dimana dari informasi yang kita terima kondisi cuaca di kawasan pelabuhan Port Klang dalam kondisi stabil,” ungkapnya. (fai,lan)


eXTReMe Tracker