Minta Even “Award Pelacur” Dibatalkan

Depag dan DPRD Pekanbaru

PEKANBARU-Rencana Edy Ahmad akan menggelar pemberian award bagi wanita tuna susila (WTS) di Lokalisasi Teleju, terus mendapat kecamatan dan penolakan keras di berbagai pihak. Kali ini, penolakan itu datang dari Departemen Agama (Depag) dan DPRD Pekanbaru. Selain pemberian award, Edy Ahmad juga berencana mendatang artis sensual Julia Perez dan Melli Zamri di Teleju 17 Agurtus nanti. Kakandepag Pekanbaru H Tarmizi Tohor dan Ketua DPRD Pekanbaru H Teguh Pribadi Arsyad, SE dalam paripurna di Pekanbaru, Selasa (12/8), mengatakan terlepas apapun yang diharapkan oleh pihak penyelenggara terhadap even itu, sebaiknya dibatalkan saja.

Untuk memeriahkan HUT ke-36 RI, itu suatu hal yang wajar. Namun, hendaknya hiburan yang diselenggarakan tersebut tidak bernuansa kemaksiatan, mengundang fitnah, dan keresahaan di tengah masyarkat. Apalagi saat ini akan memasuki bulan suci Ramadhan. Jangan sampai terusik kenyamanan dengan hiburan-hiburan yang bertolak belakang dengan norma-norma yang dianut daerah melayu ini. Ditambahkan, masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat sensasi dalam kondisi saat ini. “Mungkin saja bagi penyelenggaran berguna, tetapi juga perlu pertimbangan dampak dan efeknya di tengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Teguh Pribadi menambahkan, terlepas apapun hasil dialog pihak penyelenggara dengan MUI. Pada perinsipnya dewan tetap menolak. Alasan Teguh, kegiatan itu sudah menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Apalagi saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berada dalam proses rencana penutupan Teleju tersebut. Mengapa ada pihak yang akan memberikan kesan lokasi itu dilegalkan. “Undanglah artis yang tidak kontroversi, carilah tempat yang layak serta buatlah hiburan yang disukai masyarakat. Jangan sampai ada kesan acara itu mengeneralisasi pemikiran masyarakat untuk pembenaran kemaksiatan,” katanya.(lah)

Incoming search terms:

  • penutupan lokalisasi teleju pekanbaru
This entry was posted in Pekanbaru. Bookmark the permalink.

Comments are closed.