Keberatan Pelatih Dayung Ditarik ke Pelatnas
PEKANBARU-Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Riau merasa keberatan dengan kembali ditariknya pelatih dayung Riau, Muhammad Amin, oleh Pengurus Besar (PB) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI). Penarikan tersebut adalah untuk menangani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Dayung Indonesia yang digelar dalam rangka menghadapi event Asia Bali Games, Desember mendatang.
Karena itu, Pengprov PODSI Riau mengajukan usulan penggantian M. Amin kepada PB PODSI. Demikian dijelaskan Sekretaris Umum PODSI Riau H.M. Nasir Nasution kepada Riau Mandiri, Selasa (12/8), di Pekanbaru. Dijelaskannya, alasan keberatan Riau terkait dengan nasib kelanjutan pembinaan atlet dayung Riau dalam menyongsong event-event nasional yang akan diikuti Riau. Termasuk pula mengenai persiapan Riau menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012, di mana Riau akan bertindak sebagai tuan rumah.
“Kami merasa kurang optimal menerapkan program latihan, karena Amin kembali dipanggil Timnas. Memang, saat ini kita telah memiliki pelatih pendamping, tapi kita rasa akan kurang optimal. Maka, kita ambil langkah agar PB mempertimbangkan kebutuhan kita, dan minta pengganti Amin di Pelatnas,” terang M. Nasir. Dalam surat nomor 31/PODSI Riau/VIII/2008 tertanggal 11 Agustus 2008 yang ditandatangani Ketua Umum PODSI Riau H.M. Wardan dan telah dikirimkan melalui fax, Selasa (12/8), PODSI Riau meminta agar PB PODSI memaklumi penunjukan Riau sebagai tuan rumah penyelenggaraan PON XVIII 2012. Karena, visi dan misi Riau di sini selain menjadi tuan rumah yang sukses juga adalah sukses menembus prestasi, yakni minimal masuk lima besar nasional.
“Untuk mencapai visi-misi tersebut, Riau perlu mempersiapkan atlet pada berbagai cabang olahraga, termasuk cabang dayung yang merupakan cabang prioritas. Jika PB tidak terima usulan kita, maka kita akan tawarkan solusi apa untuk kita, apakah mereka (PB, red) mencarikan pelatih pengganti untuk Riau, atau dengan cara lainnya,” ungkap Nasir.
Untuk Pelatnas dimaksud, PB PODSI tidak hanya menarik Amin saja. Dua hari usai pelaksanaan PON XVII 2008 di Kalimantan Timur, juga ditarik tujuh orang atlet Riau ke sana. Saat ini, dari 27 atlet dayung yang dibina oleh Amin di Riau, tersisi 20 atlet. Atlet yang tetap tinggal di Pekanbaru ini diasuh oleh Asisten Pelatih Yushir.(hir)
Incoming search terms:
- nasir nasution dayung riau
- Amin pelatih dayung sukses
- muhammad amin dayung
- nasir nasution riau