Ratusan Warga Lintas Etnis Sambut Tampan
Silaturahmi di Istana Kesultanan
RENGAT-Ratusan warga lintas etnis di Rengat, Kabupaten Inhu menyambut kedatangan pasangan H. Raja Thamsir Rachman dan H. Taufan Andoso Yakin (Tampan) saat menghadiri silaturahmi di Istana Kesultanan Indragiri Danau Raja Rengat, Selasa (12/8). Sedikitnya 500 warga di Kabupaten Inhu lintas etnis dan suku seperti etnis Tionghoa, Batak, Jawa, Melayu, Minang, Talang Mamak serta suku masyarakat lainnya sejak pagi telah memenuhi halaman Istana Kesultanan Indragiri. Kedatangan mereka untuk beramah tamah dengan mantan Bupati Inhu yang langsung memperlihatkan senyum khasnya saat turun dari kendaraannya. Selanjutnya pasangan Tampan melangkah ke tangga istana yang dikawal ketat Laskar Hulubalang Indragiri. Di dalam istana juga telah menunggu tokoh masyarakat dari berbagai etnis termasuk pemangku adat Suku Talang Mamak seperti Batin, Gumanti serta tokoh adat lainnya.
“Wajar Pak Thamsir disebut sebagai Bapak rakyat karena memang sangat dekat di hati masyarakat dan berjiwa nasionalis,” kata Raja Edi salah seorang tokoh masyarakat Inhu kepada Riau Mandiri, kemarin. Selesai silaturahmi, Tampan menuju Masjid Raya Rengat menunaikan Shalat Ashar berjamaah. Selanjutnya Tampan dan rombongan duduk bersama ratusan tukang becak, buruh pasar serta masyarakat lainnya di salah satu kedai kopi di halaman Plaza Rengat tanpa membeda-bedakan status sosial.
Harus Siap
Sebelumnya, Bupati Inhu H. Mujtahid Thalib mengatakan Cagubri yang bertarung saat ini harus siap dan bisa menerima kemenangan dan kekalahan nantinya. “Memang terkadang saat diketahui ada yang menang seharusnya calon lain harus bisa menerimanya namun yang kerap terjadi adalah berasal dari tim sukses dan pendukung yang tak merasa puas,” kata Bupati di Gedung Dang Purnama, Senin malam (11/8) lalu.
Untuk itu, masyarakat terutama pendukung salah satu pasangan calon diminta agar tidak mudah terpengaruh dengan isu yang tidak benar hingga tidak terjadi perpecahan dalam masyarakat itu sendiri dan berkompetisi dalam pemenangan calon itu adalah hal yang demokratis dan tidak ada larangan.(rez,eka)