Dewan Pangkas Mekanisme Pembahasan

APBD-P Berkurang

PEKANBARU-Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun ini berkurang 15 persen dari tahun sebelumnya. Perubahan tersebut juga berpengaruh terhadap mekanisme penbahasan anggaran itu sendiri. Akibatnya, dewan akan memangkas mekanisme pembahasan anggaran untuk penghematan biaya. “Saat ini kita tidak hanya memikirkan anggaran legislatif di RAPBD karena angkanya memang berkurang hampir 15%. Karena itu dalam APBD-P ini kita tidak akan menambah anggaran namun akan mencoba memutarkan dana yang tersisa dari APBD murni saja. Bahkan bisa saja untuk menghemat biaya kita juga memangkas mekaninsme pembahasan RAPBD ini dengan menghilangkan pembahasan pada pandangan umum fraksi,” katanya usai rapat paripurna penyampaian ranperda RAPBD di Balai Payung Sekaki, Jumat (29/8).

Selain itu, Teguh juga mengakui pihaknya juga setuju jika anggaran perubahan lebih diberatkan pada pelayanan publik seperti fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, dan infrastruktur lainnya. “Mengingat dana yang ada sekarang, maka kita setuju prioritasnya adalah untuk kebutuhan masyarakat seperti infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Tapi bagaimanapun juga tentu nantinya akan ditentukan dalam pembahasan oleh panitia anggaran,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Teguh juga mengatakan beberapa anggaran dewan yang masih tersisa pada APBD murni seperti anggaran reses yang masih tersisa dua kali lagi, serta anggaran untuk BBM kemungkinan besar juga akan digunakan untuk kegiatan lainnya seperti untuk kebutuhan cetak dewan. Selain itu, dana tersebut bisa juga digunakan untuk biaya penambahan logo DPRD yang saat ini sudah berubah.”Kita akan putar sisa anggaran dewan di APBD murni untuk beberapa kegiatan seperti untuk cetak atau untuk biaya penambahan logo,” terangnya. Disamping itu, Teguh juga mengatakan bahwa pembahasan APBd perubahan ini kemungkinan besar baru selesai pada minggu ke-2 September. Lamanya waktu pembahasan ini menurut Teguh disebabkan pada minggu pertama September sebagian besar anggota dewan juga disibukkan oleh berbagai kegiatan menyambut puasa.

“Paling lama minggu ke dua September sudah selesai, minggu pertama biarlah kita beri kelonggaran pada teman-teman untuk menyambut puasa,” pintanya.(dis)

This entry was posted in Riau Raya. Bookmark the permalink.

Comments are closed.