Sumbar Bertekad Jadi Lumbung Listrik
PADANG-Tekad pemerintah Sumatera Barat menjadikan daerahnya sebagai lumbung tenaga listrik di Sumatera diyakini sebentar lagi segera terwujud seiring dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan bahan bakar batu bara kalori rendah di Teluk Sirih mulai pekan depan. PT (Persero) PLN sebagai pemegang hak monopoli tenaga Kelistrikan di tanah air juga optimis kirisis listrik di Sumbar akan teratasi bila PLTU Teluk Sirih, Bungus Padang berkapasitas 2 x 100 megawatt selesai dibangun tahun 2011, bahkan sumbar akan jadi lumbung listrik di wilayah Sumatera.
“Pengerjaan ini dilakukan setelah pembebasan lahan seluas 40 hektare sudah selesai dilakukan, tapi saat ini hanya menyelesaikan masalah perizinan dari kehutanan, namun pembebasan lahan mayarakat setempat berada di kawasan pembangkitan tidak masalah,” ujar Direktur Konstruksi Strategis PLN Pusat Mohamad Agung Nugroho seusai salat Jumat di Masjid Komplek PLN Wilayah Sumbar akhir pekan lalu, sambil menyebutkan, pembangunan pembangkit listrik energi uap tersebut segera dilaksanakan konsersium proyek asal China. Sedangkan pengerjaan jalan sepajang tujuh kilo meter ke kawasan PLTU Teluk Sirih, kata, Nugroho, akan dilakukan serentak saat melakukan pembangunan tahap awal pembangkit. Mengingat pembangunan pembangkit itu melibatkan semua perangkat pemerintah daerah, sehingga rencana pengerjaan tidak sesuai ketentuan pemerintah.
Sementara anggota DPD RI utusan Sumbar Prof. Mochtar Naim mengakui krisis energi listrik di Sumbar. Suksesnya pembangunan PLTU Teluk Sirih nantinya akan mempu menjawab masalah pemadaman listrik secara bergilir. “Mengingat listrik merupakan kebutuhan dasar yang belum mampu terpenuhi, tapi hal ini membutuhkan waktu. Permasalahanya banyak sekali, terutama pertumbuhan pelanggan serta keterbatasan kemampuan pembangkit listrik yang tersedia,” kata anggota DPD RI ini saat melakukan kunjungan ke PLN Sumbar. Selain itu masalah yang dihadapkan PLN adalah, program pemerintah dalam memasuki era industriliasasi. Kebutuhan energi listrik untuk kalangan industri tidak sedikit, sementara persediaan masih sangat terbatas.
“Dibangunnya PLTU Teluk Sirih akan menjawab persoalan energi listrik di Sumbar. Mengingat beberapa tahun lalu daerah ini pernah mengalami surplus energi listrik saat baru dibangunya PLTA Batang Agam, Maninjau dan Singkarak,” jelasnya. Pembangunan terealisir setelah PLN menyerahkan lahan secara utuh kepada rekanan pelaksana sehingg pembangunan PLTU Teluk Sirih dapat segera direalisasikan. Proyek tersebut dikerjakan PT Rekayasa Industri selaku rekanan CNTIC di Indonesia. Pembangunan pembangkit tersebut merupakan program nasional dalam mewujudkan produksi energi listrik 10 ribu MW pada 2011 mendatang. Rencananya pembangunan tahap pertama diharapkan tuntas dalam 30 bulan kalender. Sementara pengerjaan tahap dua akan rampung dalam tiga bulan kalender. Dalam masa kerja 33 bulan kalender, sebelumnya Gubernur Sumbar, H. Gamawan Fauzi menjamin lahan 40 hektare tempat lokasi rencana pembangunan PLTU Teluk Sirih bukan merupakan di kawasan hutan lindung.
Lumbung listrik
Potensi alam Sumbar belum mampu tergarap secara optimal dalam memenuhi kebutuhan listrik di Sumbar. Potensi alam yang berlimpah mesti mendapat kajian dan penelitian menyeluruh perguruan tinggi di daerah ini. “Peran perguruan tinggi sangat dibutuhkan dalam mencari sumber energi-energi alternatif agar mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Sumbar. Jangan pula potensi alam terbuang secara sia-sia tanpa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat banyak,” jelas Mochtar Naim.
Ia menambahkan, bila potensi alam di Sumbar mampu dikelola secara baik, tidak tertutup kemungkinan daerah ini mampu menjadi pusat surplus energi listrik nasional. (sgl, iwn)
Incoming search terms:
- PLTU Teluk Sirih
- rekayasa teluk sirih
- draft teluk sirih
- pltu teluk siri
- teluk sirih