Arus Kendaraan Mudik Lebaran di Sumbar Meningkat 500 Persen



PADANG-Peningkatan arus kendaraan selama mudik lebaran dan arus balik di Sumatera Barat diperkirakan mencapai 300 persen hingga 500 persen. Kendaraan yang akan mendominasi saat mudik lebaran 1429 H nanti adalah sepeda motor. Menurut Kepala Dinas Prasaranan Jalan Sumbar, Dodi Riswandi, saat ini lalu lintas harian rata-rata Sumbar per hari sekitar 9.000 kendaraan. Selama lebaran akan melonjak menjadi 300 persen hingga 500 persen, terutama terjadi mulai H-4 lebaran. “Menyikapi lonjakan kendaraan itu, Dinas Prasarana Jalan Sumbar telah melakukan sejumlah persiapan diantaranya perbaikan jalan lintas timur di Dharmasraya yang merupakan pintu masuk dari Jambi, sepanjang 30 kilometer, penggantian jembatan di Sumani dan perbaikan di sejumlah ruas jalan lainnya.Siagakan alat Berat
Dinas Prasarana Jalan Provinsi Sumatera Barat juga mengingatkan pemudik agar mewaspadai longsor di sejumlah pintu masuk Sumbar. Perbatasan yang harus diwaspadai yakni Pangkalan yang merupakan pintu masuk dari Riau, Dharmasraya, pintu masuk dari Jambi dan Panti Rao, pintu masuk dari Sumatera Utara. “Selain di sejumlah perbatasan, kita juga akan siagakan alat berat di jalan raya Padang - Solok, Silaing, Muara Kalaban dan jalan raya Bukittinggi - Palupuh,” kata Dodi Senin (8/9). Menurut Dodi, alat berat mulai disiagakan minggu ini di lokasi-lokasi tersebut mengingat curah hujan di Sumbar saat ini cukup tinggi. Untuk mengantisipasi ancaman longsor, seminggu menjelang lebaran akan disiagakan petugas Dinas Prasarana Jalan tiga sift per hari di lokasi-lokasi rawan.

“Selain itu kita juga akan membagikan buku daerah rawan longsor kepada polisi sehingga pemantauan dapat dilakukan semua pihak,” kata Dodi. Saat ini alat berat yang dimiliki Dinas Prasarana jalan 29 unit dan milik rekanan atau swasta 60 unit. Alat berat terbanyak akan disiagakan di daerah Pangkalan, Kabupaten Limapuluhkota sebanyak 15 unit karena rawan longsor dan padat pemudik dari Riau.(pkn,iwn)


eXTReMe Tracker